119.600 Balita di Sumsel Terancam Busung Lapar
Kamis, 09 Jun 2005 16:35 WIB
Palembang - Penyakit busung lapar memang mengejutkan Presiden SBY. Di Sumatera Selatan (Sumsel), lebih kurang 119.600 anak di bawah usia lima tahun (balita) juga terancam busung lapar. Demikian yang diperkirakan Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan. Namun, sebenarnya data ini diperoleh tahun 2003 lalu. "Jumlah balita penderita busung lapar ini jarang menurun dari tahun ke tahun. Jadi tidak akan berbeda jauh dengan tahun 2004 dan 2005. Sebaliknya, kalaupun ada peningkatan, tidak signifikan," kata Kepala BPS Sumsel Abdul Manaf MA kepada pers, di ruang kerjanya, Jalan Lorong Kulit, Palembang, Kamis (9/6/2005). Oleh sebab itu, BPS telah menurunkan tim peneliti busung lapar atau verifikasi ke beberapa wilayah di Palembang. Setidaknya, tim sudah mengidentifikasi dengan mendatangi 8.640 rumah tangga yang terbagi dalam 540 blok sensus."Penelitian kita ini sebetulnya sudah dimulai 1 Juni. Tapi, terjun ke lapangan baru hari Rabu (8/6/2005). Kita akan survei hingga 30 Juni," kata Manaf. Dia memperkirakan di Palembang ada 3.000 balita yang rawan busung lapar. Bagaimana penelitian busung lapar 2005 ini? Kata Manaf, pihaknya mengestimasi jumlah penderitanya masih di atas 30% dari 6.628.416 jiwa penduduk Sumsel. "Penyakit ini memang harus kita antisipasi. Penyakit kekurangan gizi ini bisa mempengaruhi tingkat intelegensi. Bahkan dalam kondisi yang sangat rawan, busung lapar tidak menutup kemungkinan dapat menyebabkan kematian," katanya. Lebih lanjut Manaf menjelaskan, penyakit busung lapar ini memang identik dengan tingginya angka kemiskinan. "Di Sumsel, hasil penelitian BPS memperlihatkan penduduk miskin cenderung menurun meskipun agak lamban dan angkanya relatif tinggi," katanya. Pada tahun 2004 lalu, penduduk miskin di Sumsel sekitar 20,9 persen atau 1,397 juta jiwa.
(asy/)











































