DetikNews
Sabtu 23 Desember 2017, 09:58 WIB

Ini Balasan Surat Gedung Putih atas Petisi MUI

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Ini Balasan Surat Gedung Putih atas Petisi MUI Foto: Gedung Putih (Thinkstock)
Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan petisi mereka yang dibacakan pada saat aksi 1712 telah mendapat balasan dari Gedung Putih. Menurut MUI, Presiden Amerika Serikat Donald Trump tetap tak akan mengubah keputusannya terkait Yerusalem.

Wasekjen MUI Misbahul Ulum kemudian mengirimkan surat balasan tersebut kepada detikcom, Sabtu (23/12/2017). Surat itu ditujukan kepada Ketum MUI KH Ma'ruf Amin.



"Kami telah menerima salinan pernyataan yang dikirimkan MUI dan akan meyakinkan Anda bahwa pengakuan atas Yerusalem sebagai Ibu kota Israel tidak menjadi anggapan hasil akhir negosiasi antara Israel dan Palestina," tulis surat itu yang ditandatangani oleh Direktur Hubungan Asia Timur Badan Keamanan Nasional Gedung Putih, Matthew Pottinger.



Matthew, pada awal tulisannya, menyebut pertemuan antara perwakilan MUI dengan Kedubes AS di Jakarta berlangsung produktif dan efisien. Dia berharap pertemuan itu bermanfaat bagi kolega dari MUI.

"Izinkan saya menggarisbawahi bahwa Amerika Serikat akan melanjutkan tugas baik di Israel maupun Palestina untuk menemukan resolusi perdamaian atas situasi di Timur Tengah," imbuh Matthew.

Sementara itu Majelis Umum PBB telah bersidang dan menghasilkan rekomendasi berdasarkan voting. Sebanyak 128 negara menentang keputusan Trump soal status Yerusalem, sedangkan yang mendukungnya hanya 9 negara termasuk AS dan Israel.

"Bahwa surat dan petisi MUI yang diserahkan melalui Kedutaan Besar Amerika di Jakarta sudah diterima oleh Gedung Putih dan Gedung Putih sudah membalas surat tersebut untuk MUI di mana secara substansi tetap Amerika tidak mau mengubah atau menarik keputusan Presiden Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel," kata Ketua Hubungan Luar Negeri MUI, Muhiddin Junaidi menanggapi surat dari Gedung Putih di Kantor MUI, Jl Proklamasi No 51, Jakarta Pusat, Jumat (22/12).

Berikut isi surat tersebut yang dituliskan dalam bahasa Inggris.

Dear KH Ma'ruf Amin,

I understand that representatives of Majelis Ulama Indonesia recently met with Charge d'Affaires Erin McKee in Jakarta to share your views on the United States' recognitions of Jerusalem as the capital of Israel. The Embassy in Jakarta informed me that the exchange of views in your meetings was productive and beneficial. I hope that the meeting was as useful for you and your colleagues as it was for our US Embassy officials.

We received a copy of the statement MUI delivered and would like to assure you that the President's recognition of Jerusalem as the capital of Israel does not prejudge the outcome of final status negotiations between Israel and the Palestinians. The Unites States is commited to a peaceful resolution of the conflict and would support a two-state solution if both sides agree. Furthermore, Haram al Sharif/Temple mount is a place of great religious significance for Christians, Jews, and muslims. Our announcement does not change the status of this sacred site. Let me underscore that the United States will continue to work both Israel and the Palestinians to find a peaceful resolution to the situation in the Middle East.

Let me also take this opportunity eo express my appreciation for ways which your organization has strengthened Indonesia's international reputation as a leading practitioner of interfaith dialogue, tolerance, and other democratic values.

Sincerely,

Matther Pottinger
Deputy Assistant to the President and Senor Director for East Asian Affairs National Security Council
The White House
Washington D.C
(bag/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed