DetikNews
Jumat 22 Desember 2017, 21:46 WIB

Presiden Jokowi Cabut Status Tanggap Darurat Gunung Agung

Prins David Saut - detikNews
Presiden Jokowi Cabut Status Tanggap Darurat Gunung Agung Sekretaris Kabinet Pramono Anung memberikan keterangan pers. (Prins David Saut/detikcom)
Denpasar - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menggelar rapat terbatas Kabinet Kerja di Bali. Hasil rapat itu memutuskan status tanggap darurat Gunung Agung dicabut.

"Hal yang terpenting diputuskan Bapak Presiden bahwa istilah tanggap darurat itu ditiadakan atau dicabut," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung seusai rapat di Werdhapura Hotel, Sanur, Denpasar, Bali, Jumat (22/12/2017).


Pencabutan tanggap darurat ini tidak mengubah status awas Gunung Agung dengan zona bahaya radius 8-10 km dari kawah. Pencabutan status tanggap darurat juga tidak menghentikan penyaluran bantuan terhadap lebih dari 70.000 pengungsi.

"Sehingga tidak menimbulkan multitafsir negara-negara yang selama ini menganggap bahwa status tanggap darurat itu membuat mereka menjadi, dalam tanda kutip, ketakutan, sehingga dikeluarkan travel ban," ujar Pramono.


Dalam rapat juga diputuskan pembangunan 10 destinasi wisata baru di Indonesia, seperti Danau Toba, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo. Bahkan, menurut Pramono, Wapres JK akan berlibur bersama keluarga di Bali saat pergantian tahun nanti.

"Bali betul-betul aman, maka Bapak Wakil Presiden dan keluarga dari tanggal 29 Desember 2017 hingga 1 Januari 2018 akan berlibur di Bali, menghabiskan tahun baru di Bali, untuk menunjukkan Bali aman," ucap Pramono.
(vid/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed