Gembong Pemalsuan Uang Dibekuk Saat Turun dari Taksi
Kamis, 09 Jun 2005 15:53 WIB
Bandung -
Pemalsuan uang menjadi bisnis haram yang kian merebak. Ada penyandang dananya segala. Salah seorang gembong penyandang dana pemalsuan uang di Bandung berhasil dibekuk. Dia tidak memberikan perlawanan saat turun dari taksi. Penangkapan gembong pemalsuan uang bernama Gunawan Tanumulia alias Alex ini dilakukan oleh aparat Polda Jawa Barat (Jabar) Rabu (8/6/2005) kemarin. Namun, penjelasan tentang keberhasilan penangkapan terhadap Gunawan ini baru digelar dalam jumpa pers di Mapolda Jabar, Jl. Soekarno-Hatta, Bandung, Kamis (9/6/2005). Gunawan ditangkap saat turun dari taksi di depan markasnya, Jl. Terusan Sutami I, Setrasari, Bandung sekitar pukul 11.00 WIB. Sebelumnya, sejumlah aparat polisi memang sudah mengintai rumah itu. "Dia turun dari taksi dan menuju tempat TKP, kita tangkap langsung," ungkap Kasat Ops I, AKBP Yasirman. Saat ini, Polda Jabar masih mengejar beberapa tersangka dalam kasus uang palsu ini. Antara lain, Embing (ahli komputer) dan Jamaludin (ahli cetak).Dalam jumpa pers itu, Kapolda Jabar Irjen Edi Darnadi menjelaskan bahwa kelompok Gunawan Tanumulia cs termasuk kelompok baru. Namun, jaringan kelompok ini sungguh luas. "Sindikatnya besar, kita masih melakukan pengembangan. Dan memang, kasus-kasus seperti ini pengembangannya yang sulit. Tapi, kita akan terus coba," ungkapnya. Saat ini, kata dia, tim dari Polda akan terus melacak jejaring kelompok penggandaan uang palsu ini. Hingga sekarang, Polda Jabar belum menemukan peredaran uang palsu yang diproduksi kelompok ini. Dari analisis Polda Jabar, diperkirakan jumlah uang palsu produksi Gunawan yang sudah beredar cukup besar. Uang palsu kreasi Gunawan ini memang cukup sempurna. Kapasitas produksinya pun besar. "Hasilnya hampir sempurna. Kita deteksi, uang palsu ini lolos," ungkap Kapolda terheran-heran. Saat ini Polda Jabar juga telah melaporkan kasus penggandaan uang palsu ini kepada Bank Indonesia (BI) dan Badan Intelijen Negara (BIN). Menurut Edi Darnadi, saat dilakukan pendeteksian oleh tim dari BI dan BIN, uang palsu tersebut 95 persen mendekati sempurna."Mereka kaget melihat hasil uang palsu ini. Perbedaannya pada ketebalannya saja," kata Kapolda. Beberapa barang bukti aksi penggandaan uang palsu ini antara lain, uang 50 ribu-an sebesar Rp 35 juta, 35 ribu lembar uang 50 ribu setengah jadi, 49 master uang, 10 rim kertas doorslagh, dan beberapa unit komputer, alat cetak dan printer.Dalam jumpa pers ini, Gunawan juga dihadirkan. Namun, Gunawan tampak malu disorot kamera. Dia selalu menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Kepalanya menunduk terus. Dia tidak bicara apa pun saat ditanya wartawan.
(asy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































