DetikNews
Jumat 22 Desember 2017, 20:35 WIB

Ratas di Bali, Jokowi Bahas Pariwisata Pasca-erupsi Gunung Agung

Prins David Saut - detikNews
Ratas di Bali, Jokowi Bahas Pariwisata Pasca-erupsi Gunung Agung Presiden Jokowi dan Wapres JK memimpin rapat terbatas di Bali. (David/detikcom)
Denpasar - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) memimpin rapat terbatas di Sanur, Bali. Jokowi menyatakan ada 3 hal terkait pariwisata yang akan dibahas.

"Artinya, sebetulnya tempat tujuan wisata yang ada di Bali seharusnya tidak ada masalah. Tapi, karena pemberitaan mengenai erupsi Gunung Agung yang tidak akurat, diikuti travel advice beberapa negara, sehingga berdampak pada penurunan aktivitas pariwisata Bali," kata Jokowi saat pembukaan rapat terbatas di Werdhapura Hotel, Sanur, Denpasar, Bali, Jumat (22/12/2017) malam.

Ratas di Bali, Jokowi Bahas Pariwisata Pasca-Erupsi Gunung AgungPresiden Jokowi dan Wapres JK memimpin rapat terbatas di Bali. (David/detikcom)


Turut hadir dalam rapat itu Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menko Kemaritiman Luhut B Pandjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan Menteri ESDM Ignasius Jonan. Sedikitnya ada 12 menteri dan setingkat menteri.

Jokowi menyebut telah mendapatkan laporan dari Gubernur Bali Made Mangku Pastika bahwa pariwisata Pulau Dewata mulai pulih. Dengan demikian, rapat diharapkan mampu memberikan solusi mengembalikan Bali ramai turis pascaerupsi Gunung Agung.

"Tadi sore, Pak Gubernur menyampaikan sekarang sudah mulai akan normal kembali. Sehingga dengan rapat terbatas di Bali ini, kita harapkan di Bali tidak ada masalah berkaitan aman-tidaknya wisata di Bali," ujar Jokowi.

Kemudian Jokowi meminta Menteri Retno dan Menteri Arief berkomunikasi dengan negara sahabat untuk meyakinkan mereka bahwa Bali aman. Termasuk memberikan informasi akurat terkait pariwisata Bali dan aktivitas Gunung Agung.

"Kemenlu dan Kemenpar terus berikan informasi yang benar dan lengkap kepada duta besar-duta besar kita di negara-negara sahabat agar warganya banyak wisata ke Indonesia, khususnya Bali. Perlu dikerahkan kedutaan kita di luar negeri agar informasi akurat dan kontingensi kita siapkan kalau memang bencana itu terjadi," ucap Jokowi.

"Saya harapkan juga secara konkret, terutama Menpar dan Menko untuk mengajak pelaku pariwisata, baik PHRI, Asita, dan maskapai, untuk juga diajak memberikan informasi mempromosikan sehingga wisata di Indonesia, khususnya Bali, normal lagi. Sehingga target wisatawan yang berkunjung sesuai yang sudah kita kalkulasi," ujarnya.

Ratas di Bali, Jokowi Bahas Pariwisata Pasca-Erupsi Gunung AgungPresiden Jokowi dan Wapres JK memimpin rapat terbatas di Bali. (David/detikcom)


Terkait destinasi baru, Jokowi menambahkan Kabinet Kerja telah bekerja selama 1,5 tahun untuk menciptakan 10 destinasi wisata baru. Jokowi menekankan kepada KemenPUPR, Bappenas, dan Barekraf untuk mengerjakan tata ruang 10 destinasi wisata baru tersebut.

"Baik yang berkaitan dengan tata permukiman maupun perkotaan, baik yang berkaitan dengan penghijauan wilayah, baik berkaitan dengan hotel yang akan dibangun, mumpung belum besar-besaran investasi masuk ke wilayah itu, hal ini harus kita siapkan. Infrastruktur juga harus kita siapkan," ungkap Jokowi.

Terkait hal ini, Jokowi mengambil contoh Raja Ampat yang dikhususkan pada segmen wisata bahari dan kelautan. Menurutnya, runway dan terminal bandara dibutuhkan Raja Ampat, termasuk tata kota dengan permukiman yang sebaiknya tidak tercampur sehingga Kota Raja Ampat menjadi bagus.

"Konservasi hutan lindung dan laut semua terlindungi. Kalau hal ini dimulai sejak awal, penataan kota dan destinasi baru, maka kita bisa terarah dan lebih jelas," kata Jokowi.
(vid/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed