Ada 2 buku yang dirilis yaitu berjudul Khotbah Jumat dan Pelestarian Satwa Langka untuk Keseimbangan Ekosistem dan Pelestarian Satwa Langka untuk Keseimbangan Ekosistem. Kedua buku itu tidak diperjualbelikan, tetapi dapat diunduh versi PDF di situs MUI dan WWF Indonesia.
Buku itu hasil kerja sama Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam MUI dengan WWF Indonesia dengan Pusat Pengajian Islam Universitas Nasional (Unas). Ketua Hubungan Luar Negeri MUI Muhyiddin Junaidi menyebut buku tersebut merupakan karya para pakar untuk menjaga ekosistem sesuai ajaran Islam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tempat yang sama, Ketua Pusat Pengajian Islam Unas Fachruddin Mangunjaya menyebut buku itu merupakan kerja sama WWF dengan MUI dalam pengawalan fatwa. Fatwa yang dimaksud yaitu fatwa MUI nomor 4 tahun 2014 tentang Pelestarian Satwa Langka untuk Keseimbangan Ekosistem.
"Kita secara formal kerja sama dengan WWF dan MUI ingin mengumumkan tentang pengawalan fatwa MUI mengenai pelestarian satwa untuk keseimbangan ekosistem yang diumumkan Februari 2014, waktu itu dari MUI Pak Din Syamsuddin sebagai ketua," sebut Fachruddin.
Sedangkan, Ketua Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam MUI Hayu Prabowo mengatakan buku tersebut dapat menjadi pedoman bagi para khatib Jumat. Menurutnya, buku Khotbah Jumat dan Pelestarian Satwa Langka untuk Keseimbangan Ekosistem akan membantu para ustaz dan dai dalam penyampaikan dakwah.
"Satwa langka di dalam fatwa MUI bahwa itu hukumnya memburu, menyakiti, atau mengancam kepunahan itu haram kecuali kalau melindungi manusia. Kita intinya ingin mensosialisasikan seluruh fatwa MUI tentang lingkungan hidup dan kita sosialisasikan lewat dai. Kami sengaja telah menulis buku sesuai dai-dai di daerahnya," kata Hayu. (dhn/idh)











































