Senyum ramah menyambut, kala detikcom bertamu ke rumah perempuan bernama Rasminah (32). Lokasinya di Blok Karang Malang, Desa Krimun, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Jaraknya rumahnya 2 km lebih dari Jalan Raya Pantura Indramayu. Melewati area perasawahan terlebih dahulu.
Julina (13), anak kedua Rasminah dari suami ke duanya itu bergegas ke luar dengan menggendong adiknya, Anita yang usianya masih sembilan bulan. Anita merupakan anak bungsu Rasminah dari suami keempatnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selendang dan karu-karung menjadi penutup pagar, tujuannya agar angin dingin tak masuk ruangan. Di depan rumahnya di pasang terpal plastik warna biru, posisinya tepat di pintu masuk rumah. Sebalah kanan pintu, bertengger peralatan dapur. Rasminah hanya memiliki di ruangan, ruang teve dan kamar.
Foto-foto Rasminah dipajang rapih di ruang tv. Ada foto pernikahannya dengan suami keempatnya, foto saat dirinya menjanda, dan foto bersama anak-anaknya.
"Foto yang di atas televisi itu foto saya waktu menjanda, cerai dengan suami ke dua saya," kata Rasminah seraya menunjuk foto miliknya itu, Jumat (22/12/217).
Rasminah merupakan anak terakhir dari pasangan Dali (60) dan Tarwina (50). Perempuan kelahiran 1985 ini pernah menikah saat usianya masih 13 tahun. Tak hanya itu, Rasminah juga berkal-kali menikah demi mencari manisnya berumah tangga.
Pernikahan pertamanya saat ia masih belia. Rasminah mengakui keputusan nikah itu atas dorongan orang tuanya. Rasminah tak tega melihat ibunya banting tulang sendirian untuk menghidupi keluarganya.
Sedangkan ayahnya, Dali, hanya terbaring dalam kamarnya gara-gara lumpuh. "Saya ingat betul, waktu itu saya kelas II SD lihat, Pas saya tamat SD, emak ngomong ke saya untuk secepatnya berumah tangga. Agar ekonomi keluarga bisa membaik," ujarnya seraya mengelus kaki Rizki.
Rasminah menapaki bahtera rumah tangga dengan Suyanto (27), pria asal Semarang. Usia Rasminah dituakan menjadi 18 tahun, agar bisa dipersunting Suyanto. Usia pernikahannya dengan Suyanto hanya berjalan dua tahun. Saat itu, Rasminah masih merindukan bermain layaknya anak-anak sebayanya. Lelaki tersebut meninggalkan Rasminah tanpa pamit.
"Hanya punya anak satu dengan Suyanto tuh, sekarang kerja di Banten namanya Taryamin usianya sudah 18 tahun. Alhamdulilah sudah kerja, yang penting nggak repotin orang tua saja," ucapnya.
Ajakan pulang kampung ke Semarang, diakui Rasminah menjadi pemicu perceraian dengan Suyanto. Saat itu Rasminah enggan meninggalkan ibunya dan Taryamin,
Setelah dua bulan menjada karena ditinggal Suyanto. Rasminah mencoba untuk menikah kembali. Orang tuanya mendorong Rasminah untuk cepat-cepat menikah. Saat itu usia Rasminah masih 15 tahun. Rasminah menikah dengan Darsiman, saat itu usia Darsiman sudah kepala tiga, yaitu 37 tahun. Pernikahannya dengan Darsiman memiliki mimpi agar perekonomian keluarganya pulih.
Sayang, mimpi Rasminah itu tak terwujud. Berumah tangga dengan Darsiman, bukan manis yang didapat. Darsiman dianggap tak bertanggung jawab. "Sama Darsiman itu punya anak satu, Julina. Sampai Julina besar saya dan orang tua saya yang nafkahi, sama sekali tidak ada tanggung jawabnya," kata Rasminah.
Mata Rasminah mulai berkaca-kaca, saat menceritakan kisahnya dengan Darsiman. Rasminah pun cerai dengan Darsiman. Dua kali mengalami kegagalan dalam berumah tangga tak membuat Rasminah kapok. (asp/asp)











































