Izal Cincang Sang Pacar yang Sedang Hamil 7 Bulan
Kamis, 09 Jun 2005 14:35 WIB
Pekanbaru - Pacaran memang masa yang paling indah. Tapi, bila berahi tidak bisa dikendalikan, pacaran malah bisa jadi sumber masalah. Itulah yang terjadi pada Syarizal. Pacarnya hamil. Dia pun panik. Syarizal kalap dan mencincang pacarnya yang sedang hamil tujuh bulan. Sadis!Inilah kisah sejoli yang berakhir dengan sadis dan biadab. Syafrizal alias Izal sudah empat tahun berpacaran dengan kekasihnya Mely. Sejoli ini adalah warga Jl. Sunjaya, Desa Belantaraya, Kecamatan Guang Anak Serka, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Inhil terletak sekitar 400 km arah timur Pekanbaru. Perjalanan cinta mereka yang sudah empat tahun itu, membuat keduanya nekat berhubungan badan di luar nikah. Karena sudah dimabuk cinta, keduanya lupa akan segala risiko yang akan terjadi. Dan apa yang tidak dinginkan keduanya pun terjadi, Mely hamil. Izal pun pusing dan panik. Dia sebenarnya ingin menikahi Mely. Tapi, orang tua Izal tidak merestui hubungan mereka. Sementara tekanan kepada Izal dari orang tua Mely semakin menjadi-jadi. Orang tua Mely meminta tanggung jawab Izal yang telah menghamili anaknya. Waktu terus berlalu. Perut Mely semakin membuncit. Orang juga sudah banyak membicarakan tentang aib itu. Sementara Izal belum menemukan jalan keluar. Orang tua Mely makin stres karena Izal belum juga mau menikahi anaknya. Izal pun akhirnya dapat solusi jitu. Sayang, solusi yang didapatkannya sangat bejat dan sadis. Di saat kehamilan Mely berusia tujuh bulan, Izal menghubungi seorang temannya bernama Yamin. Izal yang sudah mulai kerasukan setan ini berniat jahat untuk menghabisi nyawa Mely. Setelah ada mufakat, Izal dan Yamin pun bersiap-siap mencari lokasi untuk menghabisi nyawa Mely. Apabila rencana ini mulus, Yamin akan mendapat bayaran Rp 500 ribu. Untuk meyakinkan Yamin, Izal sudah memberikan uang panjar Rp 200 ribu. Hari naas itu akhirnya terjadi pada Minggu, 3 April 2005 lalu. Waktu itu, Izal membujuk Mely untuk diajak jalan-jalan menelusuri pantai Cermin, tepatnya di Desa Lahang, Kecamatan Gaung yang lumayan jauh dari rumah mereka. Di sana, rupanya Yamin sudah menunggu untuk menghabisi Mely.Mely tidak menaruh curiga ketika Izal mengenalkannya pada Yamin. Perbincangan ketiganya terkesan akrab. Lagi asyik ngobrol, Izal pura-pura pamit sebentar untuk mencari makanan. Kesempatan inilah dimanfaatkan Yamin untuk memperkosa Mely yang tengah hamil 7 bulan. Yamin tidak perduli dengan kondisi itu, ia memperkosa sampai 5 kali. Benar-benar bejat!Melihat Yamin telah puas, Izal yang sebenarnya mengamati adegan perkosaan itu, muncul kembali. Dia bukannya menolong pacarnya yang sekarat. Izal malah ikut menolong Yamin yang tengah mencekik leher Mely. Kedua pemuda ini dengan ganas menekan perut Mely. Dan akhirnya seorang janin terpancar dan menjerit saat keluar dari rahim Mely.Takut suara bayi terdengar orang kampung, Izal memukul bayi itu dengan parang dan memotong-motong ari-arinya. Spontan bayi itu tewas. Sedangkan Mely sendiri dalam keadaan sekarat. Puas membunuh janin, kedua pemuda itu lantas mengambil tali untuk mecekik leher Mely. Wanita malang ini pun tewas. Tak puas membunuh Mely, Izal pun mengambil parang yang telah dipersiapkan Yamin. Parang yang telah diasah itu dipergunakan untuk memotong kaki kanan Mely. Selanjutnya, kaki kanan itu dipisahkan dari tubuh Mely. Sedangkan bayi dan Mely disatukan dalam karung dan dibuang ke semak-semak.Kini kedua tersangka pelaku mutilasi dan perkosaan itu sudah diamankan Polsek Gaung Anak Serka. Hari depan mereka suram, hanya gara-gara pacaran yang melebihi batas. "Kini Izal dan Yamin kita jerat pasal pembunuhan berencana dan pemerkosaan yakni pasal 340,353 dan 285 KUHP. Di samping itu kita juga menjerat mereka dengan UU Perlindungan Anak," kata Kapolsek Gaung Anak Serka IPTU Amril S ketika dihubungi detikcom, Kamis (9/06/2005).
(asy/)











































