Sambutan Positif Pengguna KRL soal Konsep Baru Tanah Abang

Haris Fadhil - detikNews
Kamis, 21 Des 2017 19:32 WIB
Jalan Depan Stasiun Tanah Abang Jelang Ditutup Besok (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah mengumumkan konsep penataan kawasan Tanah Abang. Salah satu yang bakal merasakan dampaknya adalah para penumpang KRL di Stasiun Tanah Abang.

Salah satu penumpang KRL bernama Yefta mengaku senang atas konsep penataan itu, seperti pemberian lokasi khusus bagi pengemudi ojek. Menurutnya, hal itu bisa membuat kawasan Tanah Abang lebih rapi dan mengurangi kemacetan.

"Bagus ya kalau memang dibuat begitu. Kalau dikasih tempat sendiri bagus. Kalau begini kan mengganggu juga, bikin macet. Yang penting dibuat nggak macet," kata Yefta di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (21/12/2017).

Yefta / Yefta (Haris Fadhil/detikcom)




Selain Yefta, ada Arianto, yang tempat kerjanya berada di sekitar Jalan Jati Baru Bengkel. Menurutnya, ojek online ataupun ojek pangkalan selama ini menjadi salah satu penyebab kemacetan karena berhenti di pinggir jalan.

"Itu sudah ada separator sudah bagus juga. Selama ini saya setiap pagi perhatiin separuh jalan dipakai ojek-ojek online. Bagus itu kalau ojek itu, yang online ditata rapi, dikasih tempat sendiri bagus," ujar Arianto.

Arianto / Arianto (Haris Fadhil/detikcom)




Sementara itu, terkait penataan PKL, Arianto menyambut baik pemberian lokasi khusus di Jalan Jati Baru Raya untuk PKL. Tempat khusus bagi PKL, menurutnya, akan membuat trotoar lebih rapi dan nyaman.

"Bagus juga. Intinya sih kalau penertiban, masyarakat nggak ada yang dirugikan ya bagus. PKL dan ojek online kan nyari nafkah. Harus ada solusinya kalau ditata," ucapnya.

Muhammad / Muhammad (Haris Fadhil/detikcom)


Penumpang lain bernama Muhammad juga menyebut penataan PKL dengan menutup satu jalur Jalan Jati Baru Raya sudah baik. Ia menyebut lokasi khusus PKL itu akan membuat trotoar bisa dilalui pejalan kali dengan nyaman.

"Sederhananya, trotoar kalau dipakai untuk jualan ya kurang bagus, namanya fasilitas untuk pejalan kaki. Kalau ditaruh di satu tempat kan orang juga bakal ke sana," ujarnya. (HSF/imk)