DetikNews
Kamis 21 Desember 2017, 16:28 WIB

Vonis Andi Narogong, Novanto Disebut Terima Jutaan Dolar dari e-KTP

Faiq Hidayat - detikNews
Vonis Andi Narogong, Novanto Disebut Terima Jutaan Dolar dari e-KTP Andi Narogong (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Setya Novanto disebut majelis hakim terbukti menerima uang jutaan dolar Amerika Serikat (AS) terkait korupsi proyek e-KTP. Uang itu disebut hakim berasal dari pencairan uang proyek e-KTP ke konsorsium pemenang.

"Menimbang bahwa dari fakta-fakta hukum di atas terlihat jelas ada rangkaian perbuatan untuk menyamarkan atau mengaburkan pemberian uang dari konsorsium kepada Setya Novanto yang bertujuan menjauhkan pelaku dari tindak pidana korupsi ini," ujar hakim Emilia Djaja Subagia saat membacakan analisis yuridis dalam putusan Andi Agustinus alias Andi Narogong di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (21/12/2017).


Hakim menyebut Novanto menerima uang dari tangan orang lain yaitu Irvanto Hendro Pambudi Cahyo dan Made Oka Masagung. Irvanto merupakan keponakan Novanto, sedangkan Made Oka disebut sebagai orang dekat Novanto.

"Menimbang bahwa dari fakta-fakta hukum di atas maka telah diperoleh bukti petunjuk yang meyakinkan bahwa proyek e-KTP ini, Setya Novanto telah memperoleh uang yang berasal dari pencairan proyek e-KTP sebesar USD 1.800.000, USD 2.000.000 dan SGD 383.040," ucap hakim.

Uang itu disebut diberikan Anang S Sudihardjo yang merupakan Direktur PT Quadra Solution yang tergabung dalam konsorsium pemenang proyek e-KTP dan Johannes Marliem yang juga mengikuti proyek itu. Commitment fee yang diserahkan yaitu berjumlah USD 7 juta.

[Gambas:Video 20detik]



Hakim meyakini ada kongkalikong antara Anang, Johannes, Made Oka, Irvanto, dan Novanto terkait penyamaran transfer uang itu. Salah satu penyamarannya yaitu transaksi uang itu seolah-olah untuk pembelian saham, padahal tidak.

"Selain melalui beberapa perusahaan Made Oka Masagung tersebut, pengiriman uang juga dilakukan melalui perusahaan milik Anang Sugiana Sudihardjo yakni PT Quadra Solution, PT Quantum dan Multicom Pte Ltd dengan underlying transaksi pembelian saham Neuraltus Pharmaceutical sejumlah USD 2.000.000, meskipun uang tersebut sama sekali tidak ada yang dipergunakan untuk pembelian saham tersebut," sebut hakim.
(dhn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed