Hendropriyono Cuekin Lagi Panggilan TPF Munir

Hendropriyono Cuekin Lagi Panggilan TPF Munir

- detikNews
Kamis, 09 Jun 2005 12:37 WIB
Jakarta - Panggilan TPF Munir ditanggapi dingin mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono. Dia mangkir diperiksa untuk kedua kalinya. Alasannya pun sama, pergi ke luar kota.Hendro dijadwalkan diperiksa TPM Munir Kamis (8/6/2005) pukul 10.00 WIB. Namun, tempat pemeriksaannya masih dirahasiakan. Hingga pukul 12.OO WIB, Hendro belum memenuhi panggilan TPF. "Seharusnya hari ini kita mengagendakan Pak Hendropriyono untuk diperiksa TPF Munir," kata Ketua TPF Munir Brigjen Pol Marsudhi Hanafie di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (8/6/2005).Absennya Hendro jelas membuat TPF Munir kecewa. Padahal, sesuai permintaan Hendro, surat panggilan telah disesuaikan dengan protokol yang disepakati BIN dengan TPF Munir."Seharusnya apabila sudah dimasukkan ke dalam protokol tersebut, sesuai kesepakatan, setiap anggota BIN harus memenuhi panggilan TPF," tukas Hanafi.Apalagi, lanjutnya, Hendro selalu menyatakan siap bersikap kooperatif apabila dilakukan pemanggilan."Selama ini dua orang yang sudah kita periksa sebelumnya, yaitu mantan Sekretaris Utama BIN Nurhadi Jazuli dan Sekretaris Utama BIN Suparto tidak pernah mengalami permasalahan. Tetapi kenapa ketika kita ingin memeriksa mantan Deputi V BIN Mayjen (Purn) Muchdi PR dan mantan Kepala BIN AM Hendropriyono ini selalu mundur-mundur terus," keluhnya.Untuk itu, TPF Munir akan melayangkan surat resmi kepada Kepala BIN Syamsir Siregar perihal absennya Hendro."Dalam isi surat itu, kita menanyakan ketidakhadiran Hendro yang katanya pergi ke luar kota. TPF juga menagih janji Kepala BIN untuk memperlancar apabila ada anggotanya diperiksa," ujar Hanafi.Mantan Kepala BIN Hendropriyono sebelumnya batal diperiksa TPF Munir di Komnas Perempuan pada 6 Juni 2005. Kala itu, Hendro mengaku tengah berada di luar kota. Dia meminta pemanggilan disesuaikan dengan protokol BIN.Hendro diperiksa karena ada bukti Pollycarpus sering berhubungan dengan BIN. Setidaknya ada 35 kontak telepon antara Polly dengan Muchdi PR. Pollycarpus adalah tersangka kasus pembunuhan Munir. (aan/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads