DetikNews
Kamis 21 Desember 2017, 14:52 WIB

Vonis Andi Narogong, Hakim Beberkan Fakta Duit ke Setya Novanto

Faiq Hidayat - detikNews
Vonis Andi Narogong, Hakim Beberkan Fakta Duit ke Setya Novanto Andi Narogong menghadapi sidang vonis (Foto: Faiq Hidayat/detikcom)
Jakarta - Majelis hakim mempertimbangkan adanya fakta aliran uang ke Setya Novanto dalam putusan Andi Agustinus alias Andi Narogong. Uang itu merupakan balas jasa karena Novanto menyanggupi membantu kelancaran proyek itu.

"Mempertimbangkan bahwa setelah pembayaran Termin I dan II, terdakwa melakukan pertemuan dengan Paulus Tannos, Anang Sugiana Sudihardjo, dan Johannes Marliem di rumah Paulus Tannos guna membicarakan mengenai mekanisme pemberian fee kepada Setya Novanto," ujar hakim Anwar dalam pertimbangannya di sidang vonis Andi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (21/12/2017).

"Dalam pertemuan tersebut kemudian disepakati bahwa fee yang akan diberikan kepada Setya Novanto adalah sejumlah USD 7 juta yang akan disalurkan melalui PT Quadra Solution secara bertahap," imbuh hakim.


Selain itu, hakim juga menyebut bila Andi memiliki hubungan dekat dengan Novanto. Salah satu pertemuan yang diamini hakim yaitu pertemuan di Hotel Gran Melia, Jakarta Pusat.

"Terdakwa mengajak Irman dan Sugiharto bahwa kunci anggaran e-KTP adalah Setya Novanto. Untuk itu Andi menghubungi Setya Novanto untuk di Gran Melia," ujar hakim.

Dalam pertimbangan, hakim mengatakan Andi bertemu dengan Setya Novanto bersama Sekjen Kemendagri Diah Anggraeni mantan Dirjen Dukcapil Irman dan Pejabat Pembuat Komitmen Kemendagri Sugiharto. Dalam pertemuan tersebut, Novanto mendukung proyek e-KTP dan anggaran proyek ini harus dikawal bersama-sama.

"Kemudian Andi bertemu Setya Novanto, Diah, Irman dan sugiharto. Setya Novanto bilang ada proyek nasional ayo dukung bersama-sama. Atas mendapatkan dukungan Novanto Andi mengajak Irman bertemu Novanto di lantai 12 ruang fraksi Golkar di DPR," ucap hakim.

Dalam pertemuan di DPR, hakim menyatakan Andi menyebut Irman masih ragu dalam anggaran proyek e-KTP di DPR. Oleh sebab itu, Novanto disebut hakim telah mengkoordinasikan anggaran proyek ini di DPR.

"'Gimana anggaran e-KTP Pak Irman masih ragu Pak'. Novanto bilang 'ini sedang dikoordinasikan'. Setelah Irman pergi, Novanto bilang 'nanti perkembangan saya kabarin lewat Andi'," ucap hakim.
(dhn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed