Pengacara Ditangkap, Jaksa Sita Rumah Mewah di Cilandak

Audrey Santoso - detikNews
Kamis, 21 Des 2017 13:32 WIB
Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau mendatangi rumah mewah terkait kasus korupsi dana asuransi PNS Pemkot Batam, Kamis (21/12/2017) Foto: Audrey Santoso-detikcom
Jakarta - Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau mendatangi rumah mewah di Jl Madrasah I Nomor 2A, Cilandak Timur, Jakarta Selatan. Penyidik akan menyita rumah tersebut terkait kasus korupsi dana asuransi Pemkot Batam.

Tim jaksa sempat kesulitan masuk ke rumah karena penjaga rumah menolak membuka gerbang sekitar pukul 12.23 WIB, Kamis (21/12/2017).

"Buka dulu. Saya ini pakai seragam (penyidik kejaksaan). Nanti Anda salah menghalang-halangi tugas kami," kata Ketua Timdik Kejati Kepri Moh Riza di lokasi.

 Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau mendatangi rumah mewah terkait kasus korupsi dana asuransi PNS Pemkot Batam, Kamis (21/12/2017) Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau mendatangi rumah mewah terkait kasus korupsi dana asuransi PNS Pemkot Batam, Kamis (21/12/2017) Foto: Audrey Santoso-detikcom


Setelah didesak, penjaga akhirnya membuka gerbang rumah. Jaksa langsung menunjukkan surat penyitaan yang dibawa.

"Saya bawa surat. Ini surat penggeledahan dan penyitaan," ujar Riza kepada penjaga rumah.

Sebelum proses penggeledahan, Riza meminta sekuriti yang berada di pos pengamanan lingkungan menjadi saksi. Riza juga meminta pihak RT/RW dihadirkan.

"Saya sebelum masuk sini, saya minta izin sampeyan dulu. Jadi semua yang ada di sini akan saya sita dan saya inventarisir. Saya butuh RT dan RW sebagai saksi," terang Riza ke satpam.

Penggeledahan menurut Riza baru dilakukan setelah pengacara M Nasihan datang. Tim jaksa saat ini masih menunggu kedatangan pihak Nasihan.

Nasihan yang ditangkap karena kasus dugaan korupsi dana asuransi PNS Pemkot Batam diduga kongkalikong dengan jaksa. Nasihan disangka menilap duit asuransi yang dititipkan di rekening bersama terkait sengketa Pemkot dengan perusahaan asuransi.

 Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau mendatangi rumah mewah terkait kasus korupsi dana asuransi PNS Pemkot Batam, Kamis (21/12/2017) Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau mendatangi rumah mewah terkait kasus korupsi dana asuransi PNS Pemkot Batam, Kamis (21/12/2017) Foto: Audrey Santoso-detikcom


Dalam gugatan perdata, pada 18 Desember 2013, pihak Pemkot Batam dan pihak tergugat melakukan tahap mediasi di luar persidangan. Kedua pihak sepakat melakukan pembayaran sebagian kewajiban kepada pihak pertama alias Pemkot Batam sebesar Rp 55 miliar.

Dana tersebut disepakati ditempatkan dalam rekening bersama atas nama M Nasihan dan Syafei selaku jaksa pada Kejari Batam pada Bank Mandiri Cabang Menteng, Jakpus. Nasihan disangka menarik dana dari tabungan rekening bersama tersebut dan dipindahbukukan ke rekening giro pada 2013-2015

(aud/fdn)