Pengacara yang Ditangkap Kejaksaan Tilap Duit Asuransi PNS

Audrey Santoso - detikNews
Kamis, 21 Des 2017 12:44 WIB
Pengacara M Nasihan (tengah) buron kasus korupsi dana asuransi Pemkot Batam yang ditangkap Kejaksaan, Kamis (21/12/2017) Foto: Audrey Santoso-detikcom
Jakarta - Mohammad Nasihan, pengacara yang ditangkap karena kasus dugaan korupsi dana asuransi PNS Pemkot Batam diduga kongkalikong dengan jaksa. Nasihan disangka menilap duit asuransi yang dititipkan di rekening bersama terkait sengketa Pemkot dengan perusahaan asuransi.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau (Kajati Kepri) Yunan Harjaka mengatakan Nasihan merupakan pengacara PT Asuransi Jiwa Bumi Asih. Sedangkan Syafei adalah jaksa yang menjadi pengacara negara dalam gugatan perdata.

Yunan menjelaskan gugatan perdata diajukan Pemkot Batam karena uang asuransi yang dititipkan di PT Asuransi Jiwa Bumi Asih tidak dikembalikan seluruhnya setelah Pemkot Batam menghentikan kerja sama. Kerja sama sebelumnya dilakukan terkait asuransi kesehatan dan tunjangan hari tua PNS dan tenaga honorer daerah.

"Terkait pengakhiran kerja sama yang dimaksud, pihak kedua belum memenuhi prestasi berupa kewajiban pembayaran nilai tunai tunjangan hari tua PNS dan tenaga honorer daerah di Pemkot Batam dan dianggap wanprestasi. Akhirnya pihak pertama mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Batam melalui jaksa pengacara negara yang pada saat itu ditunjuk saudara Syafei," papar Yunan.

Pada 18 Desember 2013, pihak Pemkot Batam dan pihak tergugat melakukan tahap mediasi di luar persidangan. Kedua pihak sepakat melakukan pembayaran sebagian kewajiban kepada pihak pertama alias Pemkot Batam sebesar Rp 55 miliar.

Dana tersebut disepakati ditempatkan dalam rekening bersama atas nama M Nasihan dan Syafei selaku jaksa pada Kejari Batam pada Bank Mandiri Cabang Menteng, Jakpus. Nasihan disangka menarik dana dari tabungan rekening bersama tersebut dan dipindahbukukan ke rekening giro pada 2013-2015.

"Kurang lebih (ada) sebanyak 30 transaksi penarikan tanpa dapat perintah atau pemberitahuan dari pemberi kuasa dalam hal ini Pemko Batam. Dan sampai saat ini dana tersebut bekum diterima Pemko Batam," ujar Yunan.

Nasihan disangka melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama dengan Syafei. Nasihan ditangkap pada Rabu (20/12) di sebuah apartemen Jl Senopati, Kebayoran Baru, Jaksel.

Nasihan menjadi tersangka berdasarkan surat perintah penyidikan Kepala Kejati Kepulauan Riau tanggal 14 September 2017. Dia dijerat dengan Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. (fdn/rvk)