"Tim reaksi cepat BPBD Kampar sore tadi sudah berada di lokasi melihat titik-titik mana saja jalan tanah liat yang paling parah," kata Pusdalops BPBD Kampar, Candra kepada detikcom, Kamis (21/12/2017).
Candra menjelaskan, dari pantauan di lokasi titik jalan paling parah itu berada di Km 9 -10. Jalan yang menghubungkan dua kecamatan, Kampar Kiri dan Kampar Kiri Hulu ini terputus dalam tiga hari terakhir akibat hujan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari hasil di lapangan, katanya, ada tiga titik lokasi jalan yang rusak parah.
"Walau demikian, informasi yang disampaikan masyarakat masih ada lagi titik jalan berlumpur lainnya. Hanya saja tim kita tidak bisa menjangkau ke lokasi tersebut. Karena memang kondisi jalannya tak bisa dilalui,"kata Candra.
Akses jalan ini belum dilakukan perbaikan karena masih tersangkut soal status kawasan hutan. Di mana di Kampar Kiri akses jalan sebagian masuk dalam kawasan hutan suaka margasatwa Rimbang Baling.
Foto: Jalan jadi bubur saat musim hujan di Kampar (Chaidir-detikcom) |
Foto: Jalan jadi bubur saat musim hujan di Kampar (Chaidir-detikcom) |
"Inilah salah satu faktornya mengapa akses jalan ini belum dilakukan perbaikan. Karena soal kawasan hutan menjadi kewenangan Kementerian LHK," kata Candra.
Pihaknya berharap, kiranya Pemprov Riau bisa menjembatani persoalan perizinan di kawasan hutan.
"Kami berharap Gubernur Riau bisa menjembatani persoalan ini ke Pemerintah Pusat," katanya.
(cha/nkn)












































Foto: Jalan jadi bubur saat musim hujan di Kampar (Chaidir-detikcom)
Foto: Jalan jadi bubur saat musim hujan di Kampar (Chaidir-detikcom)