DetikNews
Kamis 21 Desember 2017, 07:39 WIB

Menanti Jajaran Penggawa Baru di 'Golkar Bersih'

Niken Purnamasari - detikNews
Menanti Jajaran Penggawa Baru di Golkar Bersih Foto: (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Munaslub Partai Golkar resmi ditutup pada Rabu (20/12/2017) malam. Hasil Munaslub sekaligus mengukuhkan Airlangga Hartarto sebagai ketua umum pengganti Setya Novanto. Tugas baru pun menunggu menuju Golkar Bersih.

Tagline itu menjadi 'wajah' baru Golkar yang ingin berbenah. Khususnya menyelaraskan misi menjadi partai yang bersih dari kasus hukum, terutama korupsi.

Munaslub ditutup oleh Wakil Presiden yang juga tokoh senior Golkar, Jusuf Kalla (JK). JK menitipkan pesan kepada DPD I dan DPD II Golkar. Ia meminta pengurus daerah selalu dekat dengan rakyat.



"Pada Saudara DPD I dan II, hal yang sama harus dijalankan. Suatu tulang punggung partai. Anda mewakili rakyat, harus berbuat baik. Kenapa partai tak disukai? Karena perilaku pengurus," ujar JK dalam pidatonya di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (20/12/2017).

Usai dikukuhkan sebagai ketua umum Partai Golkar, Airlangga diberi mandat sebagai formatur tunggal untuk menyusun pengurus partai beringin itu. Airlangga bisa saja merombak total kepengurusan Golkar jika ingin partai kembali bangkit.

"Selanjutnya Pak Airlangga Hartarto memiliki kewenangan penuh untuk restrukturisasi pengurus dan revitalisasi partai. Artinya ini baru pertama sepanjang sejarah Partai Golkar pasca-reformasi di mana seorang ketua umum yang ditetapkan di Munaslub seratus persen punya kewenangan untuk melakukan perubahan baik struktur kepartaian maupun pengurusnya," kata Ketua DPD I Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kepada wartawan, Rabu (20/12/2017).

Menanggapi itu, Airlangga pun curhat saat penutupan Munaslub. Dia mengatakan banyaknya titipan nama terkait revitalisasi kepengurusan Golkar. Saking banyaknya, list nama tersebut memenuhi kantongnya.



"Terkait dengan hasil munas revitalisasi kepengurusan, memang beberapa hari ini banyak titipan nama ke saya sampai-sampai kantong saya ini tidak cukup," ujar Airlangga saat penutupan Munaslub Golkar di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (20/12/2017) malam.

Seusai Munaslub, Airlangga menyebut saat ini ia sudah mengantongi draf kepengurusan DPP Golkar. Terkait draf yang sudah beredar, ia tak membantah atau membenarkan.




"Draf kepengurusan masih ada di kantong saya sebelah kanan," kata Airlangga.

Setidaknya ada lima kursi yang paling menjadi sorotan Golkar saat ini. Posisi kursi tersebut yakni Ketua DPR, Sekjen Golkar, Bendahara Umum Golkar, Ketua Fraksi Golkar DPR, dan Ketua Badan Anggaran DPR, yang merupakan jatah Golkar. Total enam kursi ini diperebutkan faksi-faksi besar di tubuh Golkar.
(nkn/yld)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed