Abu Jibril Diduga Bakal Dikaitkan ke Azahari & Al Qaeda
Kamis, 09 Jun 2005 10:23 WIB
Jakarta - Saksi korban diperlakukan bak target. Itulah yang dialami Abu Jibril. Apalagi kabar menyebutkan dia merupakan kaki tangannya buronan teroris Azahari dan Noordin Moh Top."Memang masih terlalu dini mengaitkan Abu Jibril dengan Azahari dan Al Qaeda. Tapi dugaan kita, larinya akan ke situ. Polisi kini mencari-cari keterkaitannya melalui data dan dokumen milik Abu Jibril," kata Akhmad Kholid selaku pengacara Abu Jibril.Sedangkan mengenai kabar soal 'kaki tangan' yang diungkapkan Kholid, pria yang dihubungi detikcom melalui telepon, Kamis (9/6/2005), ini meyakini tidak demikian kenyataannya."Abu Jibril tidak berani bermain hal-hal berbahaya. Dia itu ustad yang tidak memiliki jiwa petualang. Dia sangat memperhatikan keluarga," kata Kholid mengenai pria yang akan memiliki anak keduabelas itu.Mengenai dugaan Abu Jibril bakal dikaitkan dengan Azahari dan Al Qaeda, Kholid melihatnya dari ledakan bom di halaman rumah Abu Jibril yang diyakininya merupakan rekayasa belaka."Bom itu diciptakan agar polisi bisa mengambil barang-barang Abu Jibril. Kalau tidak ada bom, polisi tidak bisa masuk karena tidak ada kasus," tukas pengacara dari Tim Pembela Muslim (TPM) ini.Terbukti pascaledakan, polisi mengambil sebuah laptop, 300-an keping VCD, 30-an kaset rekaman handycam, dan dokumen milik Abu Jibril. Laptop berisikan data untuk menyusun buku. VCD berisi tentang konflik kerusuhan Ambon, Poso, dan Afghanistan.Sedangkan dokumen merupakan berkas tuduhan Malaysia atas keterlibatan Abu Jibril dalam gerakan Jamaah Islamiyah (JI), meski kemudian tidak terbukti. Ada juga berkas kasus pelanggaran imigrasi, di mana Abu Jibril dijatuhi hukuman lima bulan lima belas hari penjara oleh PN Jakpus."Ada konspirasi apa sih sebenarnya? Seharusnya yang diperiksa kan serpihan bom. Perlakuan polisi terhadap Abu Jibril tidak seperti selayaknya saksi korban, seolah-olah sudah target," protes Kholid.Menurut dia, keanehan juga terjadi saat polisi memeriksa petugas masjid bernama Sana. Kamar Sana diobrak-abrik polisi, bahkan sebuah buku pribadi dibawa polisi untuk diperiksa."Anehnya lagi, soal barang-barang milik Abu Jibril maupun Sana tidak dipertanyakan dalam pemeriksaan kemarin. Karena statusnya bukan barang sitaan, kita berharap polisi segera mengembalikannya," tukas Kholid.
(sss/)











































