DetikNews
Rabu 20 Desember 2017, 19:31 WIB

Marsekal Hadi Anulir Keputusan Jenderal Gatot, Ini Respons Jokowi

Danu Damarjati - detikNews
Marsekal Hadi Anulir Keputusan Jenderal Gatot, Ini Respons Jokowi Jokowi di Nabire, Papua. Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance
Sorong - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menganulir keputusan mutasi yang diambil Panglima TNI pendahulunya, Jenderal Gatot Nurmantyo. Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkirakan Marsekal Hadi sudah punya pertimbangan tersendiri.

"Saya kira mungkin itu ada evaluasi baru gitu kan," kata Jokowi di Gedung Aimas Convention Center Jl Sorong-Klamono KM 23 Kecamatan Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat, Rabu (20/12/2017).

Jokowi menyatakan hal tersebut untuk menjawab pertanyaan wartawan, usai acara pembagian sertifikat tanah untuk warga Sorong. Dia tak menjelaskan lebih lanjut terkait mutasi di tubuh TNI itu.

"Tanyakan ke Panglima, tanyakan ke Panglima," kata Jokowi.

Hadi juga sudah memberikan keterangan soal kebijakannya itu. Dia mengatakan alasannya membatalkan rotasi jabatan 16 perwira tinggi (Pati) karena amanah sebagai panglima TNI. Karena amanah itu lah Hadi harus mengevaluasi secara terus menerus sumber daya manusia di TNI.

"Pertama adalah saya harus mengamanahkan tugas sebagai Panglima TNI. Untuk itu saya selalu mengevaluasi secara terus menerus berkesinambungan terhadap sumber daya manusia TNI. Untuk memenuhi organisasi di TNI ini dan menghadapi tugas-tugas ke depan yang semakin kompleks," ujar Hadi di Markas Divisi Infanteri 1 Kostrad, Cilodong, Depok, Jawa Barat, tadi.

Dia menjelaskan keputusannya itu bukan karena pertimbangan suka dan tidak suka (like and dislike), melainkan menyesuaikan kebutuhan organisasi.

TNI memiliki petunjuk administrasi baku yang dilaksanakan secara bertahap. Pembinaan prajurit dilakukan mulai dari satuan bawah hingga masuk ke Mabes TNI.

"Jukmin (petunjuk pimpinan) yang baku itu tidak mengenal yang namanya like and dislike," ucap Hadi.

Namun Hadi enggan berkomentar lebih jauh saat ditanya penunjukan ulang Pangkostrad Letjen Edy Rahmayadi. Demikan juga dengan mutasi yang dilakukan terhadap jabatan Kepala BAIS TNI.

"Penjelasan saya sudah tahu kan? Profesionalitas dan manned system di jabatan TNI," katanya.



(dnu/bag)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed