3 Heli Apache Baru TNI AD Masih Dirakit di Semarang

Audrey Santoso - detikNews
Rabu, 20 Des 2017 16:07 WIB
Helikopter Apache TNI AD (Foto: Dok Istimewa)
Jakarta - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Sabrar Fadhilah mengatakan helikopter baru jenis AH-64 Apache milik TNI AD kini dalam proses perakitan. Heli tersebut dirakit di Lanud Utama AD Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah.

"Karena kemarin (dikirim dari Amerika Serikat) pakai pesawat, jadi sekarang dalam proses dirakit," kata Sabrar kepada detikcom di Lanud Halim Perdanakusuma, Cililitan, Jakarta Timur, Rabu (20/12/2017).

Sabrar menjelaskan setelah selesai dirakit maka pihak penerbang AD (Penerbad) akan melakukan pengecekan untuk persiapan uji coba terbang.






"Setelah proses ini, setelah dirakit dan seterusnya dicek persiapan terbangnya," ujar Sabrar.

Dia kemudian menerangkan proses perakitan tiga helikopter itu memakan waktu sekitar seminggu. Nantinya helikopter-helikopter itu akan ditempatkan di Lanud Utama AD Ahmad Yani.

"Mungkin kurang lebih seminggu ya (waktu perakitan). Dirakit di Semarang, kan skuadronnya di Ahmad Yani, Semarang," ucap Sabrar.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memastikan tiga Helikopter AH-64 Apache tiba dari Amerika Serikat, kemarin (19/12). Tiga heli itu merupakan milik TNI Angkatan Darat.

"Sudah ada, tiga unit pesawatnya sudah datang. Saya terima kasih, sudah datang, sehingga pada renstra (rencana strategi) kedua ini secara bertahap kita memiliki alutsista yang sesuai keinginan kita," ucap Hadi di lapangan tembak Wing 1 Paskhas Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (19/12).

Melihat perkembangan itu, Hadi optimistis TNI yang profesional dan modern akan terwujud. Untuk renstra kedua, menurut Hadi, sasaran 30 persen bisa dipenuhi kebutuhannya, sedangkan untuk tahun depan, dia ingin pengadaan lima heli Apache lagi.

"Sehingga sudah mulai terlihat menuju TNI yang profesional dan modern. Di renstra kedua ini sasaran kita sebanyak 30 persen bisa kita realisasikan," kata Hadi.

"Tahun depan lima lagi, jadi ada 1 skuadron full," imbuh Hadi berharap. (aud/rvk)