Hadir dalam evaluasi pembanguan ini Sekda Banten Ranta Soeharta, Ketua DPRD Banten Asep Rakhmatullah, serta bupati dan wali kota di 8 kabupaten/kota.
Wahidin mengatakan, trend pertumbuhan ekonomi di Banten menunjukan perkembangan lebih baik mencapai 5,62 persen. Ada berbagai program pemerintah baik dari pusat maupun dari daerah yang ada di Banten.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tantangan luar biasa adalah pengangguran terbuka jauh di atas angka nasional. Saya belum tahu kontribusinya dari mana, atau mungkin terjadi di beberapa kabupaten dan kota," kata Wahidin Halim di Pendopo Gubernur Banten di Kawasan Pusat Pemerintahan Kota Serang (KP3B), Kota Serang, Banten, Rabu (20/12/2017).
Menurutnya, jika mengaku pada data BPS (Badan Pusat Statitsik), pengangguran terbuka di Banten didominasi oleh lulusan SMK. Selian karena ada kejenuhun di sisi jurusan, banyak sekolah SMK swasta yang belum memiliki kapasitas guru dan jurusan terbatas.
Kedua, komunikasi antara pemerintah dan industri juga menjadi persoalan. Padahal, di Banten ada 14 ribu lebih industri siap menampung tenaga kerja. Saat masyarakat berbondong-bondong mendaftar ke jurusan multimedia, komunikasi atau komputer, industri menurut Wahidin malah tidak dapat menyerap.
Pada 2018, APBD Banten menurut Wahidin mencapai 11 triliun. Komposisi antara belanja langsung dan tidak langsung menurutnya 60 persen berbanding 40 persen.
Di tahun itu juga menurut Wahidin, ia akan memprogramkan pembangunan 100 kilometer jalan provinsi. Membuat program pengobatan gratis hanya menggunakan KTP, dan pembangunan sekolah setingkat SMA/SMK. (bri/asp)











































