MA adalah salah satu dari enam pelaku perampokan emas di Riau. Dari jumlah itu, lima pelaku, termasuk MA alias buntung, telah ditangkap. Si buntung dalam komplotan perampok bersenjata api ini justru berposisi sebagai sopir.
Walau hanya punya satu tangan, ternyata dia lihai memainkan setir mobil Nissan yang dipergunakan untuk merampok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Si buntung ini ternyata perampok asal Palembang yang merambah wilayah Riau bersama teman-temannya. Dia malah baru keluar dari penjara di Bengkalis pada November 2017, juga dalam kasus perampokan. Bukannya bertobat, keluar dari penjara dia malah kembali melakukan perampokan.
"Padahal dia itu bersama dua tersangka lainnya baru keluar dari penjara. Apes saja sekarang dia tertangkap," kata Nandang.
Dari lima pelaku, tiga bandit ini terpaksa ditembak kakinya. Itu dilakukan dalam upaya melumpuhkan karena memiliki senjata api.
"Ya ditembak, kan mereka bawa senjata. Waktu ditangkap ternyata senjata dititipkan di rekannya satu lagi. Sekarang sudah kita sita senjatanya," kata Nandang.
Kasus perampokan pedagang emas ini terjadi pada 6 Desember 2017. Awalnya keterangan para korban kehilangan 3 kg emas dan uang Rp 160 juta. Namun, dalam ekspose ini, menurut Kapolda Riau, hasil rampokan ternyata hanya 2 kg.
"Bukan 3 kg, tapi hanya 2 kg. Barang hasil rampokan ini mereka jual ke penadah di Kabupaten Kuantan Singingi di Riau, dan sebagian lagi di jual ke pedagang emas di Palembang," kata Nandang.
Direktur Reskrimum Polda Riau AKBP Hadi Poerwanto menambahkan, dari komplotan perampok ini, telah ditangkap lima pelaku dan dua penadah. Satu pelaku lainnya berinisial Edy Padang sedang diburu.
"Mereka ini kita tangkap ada yang di Pekanbaru dan sebagian lagi di Palembang. Barang bukti tiga pucuk senpi rakitan bersama amunisi. Ada 340 gram sisa hasil rampokan," kata Hadi. (cha/asp)











































