Wasekjen Minta 'Golkar Bersih' Bebas Kader yang Terjerat Korupsi

Wasekjen Minta 'Golkar Bersih' Bebas Kader yang Terjerat Korupsi

Gibran Maulana Ibrahim, Andhika Prasetia - detikNews
Selasa, 19 Des 2017 16:47 WIB
Wasekjen Minta Golkar Bersih Bebas Kader yang Terjerat Korupsi
Ace Hasan Syadzily (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Wasekjen Golkar Ace Hasan Syadzily meminta beberapa aturan diterapkan di era kepemimpinan Airlangga Hartarto sebagai ketua umum. Ace ingin Partai Golkar bersih seutuhnya, sesuai tagline munaslub mereka, yaitu 'Golkar Bersih'.

Yang dimaksud Ace dengan 'Golkar Bersih' adalah dirinya ingin kepengurusan Golkar yang baru bebas dari orang-orang yang terjerat kasus korupsi.

"Dalam kepengurusan Golkar ke depan, sebaiknya disesuaikan dengan tagline Golkar Bersih, di mana semestinya tagline tersebut direalisasikan dalam bentuk penyusunan kepengurusan baru," ujar Ace di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (19/12/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika ada pengurus DPP yang sudah jelas tersangkut masalah hukum, sebaiknya tidak dimasukkan kembali ke dalam kepengurusan baru," imbuh Ace.


Selain itu, Ace ingin 'Golkar Bersih' bukan sebatas mengatur soal kepengurusan yang bebas dari kader korup. Dia juga ingin 'Golkar Bersih' diterapkan dalam Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.

"Dan nantinya tagline 'Golkar Bersih' juga akan diwujudkan dalam bentuk kebijakan partai," jelasnya.


Seperti diketahui, mantan Ketum Golkar Setya Novanto terjerat korupsi. Sekjen Idrus Marham menegaskan Novanto tetap kader meski menjadi terdakwa korupsi e-KTP. Apakah Ace ingin Novanto dipecat sebagai kader?

"Ya kalau itu kan nunggu inkrah," katanya.

Nurdin Halid Jamin Revitalisasi Golkar Akomodasi Semua Faksi

Ketua Panitia Munaslub Golkar Nurdin Halid memastikan Golkar akan melakukan revitalisasi di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto. Nurdin menjamin revitalisasi menampung semua faksi.

"Iya, jadi revitalisasi yang dimaksudkan agar supaya ketum bisa ciptakan team work yang kuat, yang solid, kompak, sehingga bisa dalam waktu yang cepat mengakselerasi pelaksanaan program partai," ujar Nurdin kepada wartawan di sela Munaslub Golkar di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (19/12/2017).

Wasekjen Minta 'Golkar Bersih' Bebas Kader yang Terjerat KorupsiNurdin Halid (Ari Saputra/detikcom)
Adanya kubu atau faksi kembali terungkap saat Presiden Joko Widodo membeberkannya dalam pembukaan Munaslub Golkar. Nurdin mengatakan seluruh kubu diakomodasi demi kepengurusan yang solid.

"Jadi tidak ada hal yang urgen untuk itu. Artinya, akomodasi bukan artian penampungan, tapi dalam rangka ciptakan tim pengurus yang kuat, solid, agar dalam waktu singkat kita bisa ada akselerasi pelaksanaan program-program partai," ucap Nurdin.


Nurdin mengungkapkan, pandangan dari peserta munaslub sudah sepakat adanya revitalisasi di Golkar.

"Secara pandangan umum belum ada yang berbeda dengan apa yang sudah disepakati dalam rapimnas itu," pungkas Nurdin. (gbr/nvl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads