Apakah Jokowi-JK Izinkan Airlangga Rangkap Jabatan Ketum-Menteri?

ADVERTISEMENT

Apakah Jokowi-JK Izinkan Airlangga Rangkap Jabatan Ketum-Menteri?

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Selasa, 19 Des 2017 15:44 WIB
Foto: Muhammad Taufiqqurahman/detikcom
Jakarta - Airlangga Hartarto, yang juga Menteri Perindustrian, terpilih sebagai Ketua Umum Golkar. Posisi Airlangga di Kabinet Kerja masih dalam tahap kajian.

"Ya, Pak Jokowi sudah jelaskan kemarin bahwa itu masih akan dikaji, karena waktunya tidak lama, paling satu setengah tahun. Ya kita lihatlah nanti perkembangannya," kata JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (19/12/2017).

Airlangga terpilih secara aklamasi dalam Munaslub Partai Golkar menggantikan Setya Novanto. JK menyebut masa tugas Airlangga menghabiskan sisa waktu dari Setya Novanto.

"Yang pertama yang pokok sisa waktu. Tapi, kalau mau efisien, artinya ini Golkar hebat ini," ucapnya.

"Tidak ada partai yang 4 tahun, 5 ketuanya, 4 tahun, dulu lima tahun ya, Ical, Agung, Novanto, Idrus, Airlangga. Ada nggak yang mengalahkan?" kata JK tertawa.


Sebelumnya, Presiden Joko Widodo belum memutuskan posisi Airlangga Hartarto di kabinet. Jokowi baru akan mengambil sikap terkait jabatan Airlangga sebagai Menteri Perindustrian seusai Munaslub Golkar.

"Sekarang masih di kabinet," kata Jokowi.

Saat ditanya soal opsi rangkap jabatan Airlangga bila dikukuhkan menjadi Ketum Golkar, Jokowi mengaku masih mempertimbangkan sejumlah hal. Airlangga sebelumnya terpilih menjadi ketum dalam pleno DPP pada Rabu (13/12).

"Saya kira akan banyak pertimbangan nanti, ya. Saya belum bisa menyampaikan. Banyak pertimbangan," tuturnya. (fiq/tor)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT