DetikNews
Selasa 19 Desember 2017, 15:06 WIB

Viral Simpati Dosen UGM untuk Fans Saat Jonghyun SHINee Meninggal

Indah Mutiara Kami - detikNews
Viral Simpati Dosen UGM untuk Fans Saat Jonghyun SHINee Meninggal Foto: Dok. Instagram/jonghyun.948
Jakarta - Meninggalnya personel boyband Korea Selatan SHINee, Jonghyun akibat bunuh diri meninggalkan duka mendalam di fans K-Pop di berbagai penjuru dunia, termasuk di Indonesia. Namun, ada pula yang justru mencibir gelombang duka dari para fans ini.

Di tengah suasana yang panas ini, ada tulisan viral yang diapresiasi fans K-Pop. Tulisan itu dibuat oleh seorang dosen UGM bernama I Made Andi Arsana di Instagram.

Made Andi mengunggah screenshot percakapannya dengan sang putri. Dalam Bahasa Inggris, dia mengucapkan rasa belasungkawa dan bertanya alasan Jonghyun bunuh diri. Dosen Teknik Geodesi ini juga menyelipkan pesan kepada sang putri di balik peristiwa ini.

Perspektif . Inspirasi adaah soal keputusan pengamat bukan obyek yang diamati. Bagi kita mungkin biasa saja atau bahkan alay, bagi orang lain mungkin itu inspiratif. . Percayalah, kalau generasi 80/90 an merasa keren sekali saat mengidolakan Rolling Stone, The Beattles, Guns n Roses dkk, kids zaman now merasakan sensasi yang sama ketika menikmati K-Pop. Ketika gerasi kami dulu histeris berduka menyaksikan Kurt Cobain bunuh diri maka Jonghyun memenuhi ruang hati para kids zaman now dengan duka cita mendalam saat dia meninggal dunia. . Ketika kami, para generasi 80/90an, merasa kids zaman now suram masa depannya karena mereka tidak bisa cuci piring, nyapu dan menyapa tamu saat kumpul keluarga, kami mungkin lupa bahwa mereka sudah memenangkan lomba menulis Bahasa Inggris di Uni Eropa bahkan pada usia ketika kami dulu bahkan belum mulai belajar Bahasa Inggris. . Semua itu adalah soal perspektif. . Foto: deepest condolences for the passing of @_ambalita_ 's idol, Jonghyun.

A post shared by I Made Andi Arsana (@madeandi) on Dec 18, 2017 at 9:35pm PST



Screenshot itu diunggah dengan tulisan tentang 'Perspektif'. Made Andi membandingkan kekaguman 'kids zaman now' kepada idol K-Pop dengan generasi 80/90-an yang mengidolakan Rolling Stone hingga Guns n Roses. Berikut isi tulisannya

Perspektif
.
Inspirasi adaah soal keputusan pengamat bukan obyek yang diamati. Bagi kita mungkin biasa saja atau bahkan alay, bagi orang lain mungkin itu inspiratif.
.
Percayalah, kalau generasi 80/90 an merasa keren sekali saat mengidolakan Rolling Stone, The Beattles, Guns n Roses dkk, kids zaman now merasakan sensasi yang sama ketika menikmati K-Pop. Ketika gerasi kami dulu histeris berduka menyaksikan Kurt Cobain bunuh diri maka Jonghyun memenuhi ruang hati para kids zaman now dengan duka cita mendalam saat dia meninggal dunia.
.
Ketika kami, para generasi 80/90an, merasa kids zaman now suram masa depannya karena mereka tidak bisa cuci piring, nyapu dan menyapa tamu saat kumpul keluarga, kami mungkin lupa bahwa mereka sudah memenangkan lomba menulis Bahasa Inggris di Uni Eropa bahkan pada usia ketika kami dulu bahkan belum mulai belajar Bahasa Inggris.
.
Semua itu adalah soal perspektif.
.
Foto: deepest condolences for the passing of @_ambalita_ 's idol, Jonghyun.

Nah, tulisan Made Andi ini ternyata mendapat apresiasi dari fans K-Pop yang membanjiri kolom komentar dengan ucapan terima kasih. Mereka merasa mendapat pembelaan setelah selama ini banyak di-bully.

"Terimakasih pak sudah membela kami kami sangat senang anda mau menjelaskan tentang masalah ini dengan baik, senangggg sekali ada sosok dosen yg membela kami dari org2 pembenci korea 🙏 sekali lagi kami berterimakasih pak," tulis pemilik akun muna_lizaaaa.

Screenshot pesan WhatsApp dan tulisan Made Andi ini juga diunggah ulang oleh pemilik akun @joonsatisfy di Twitter. Posting itu kemudian di-retweet hingga lebih dari 2.600 kali.

"Ini baru dosen panutan gue di UGM. Saat semua orang indonesia ngejelek-jelekin menangisi kematian idol adalah sesuatu yang alay, beliau malah mengucapkan belasungkawa ke anaknya yang seorang fans K-Pop," tulisnya.

detikcom menghubungi Made Andi terkait postingannya ini. "Saya ingin netral saja dan ingin positif tanpa menyalahkan atau mengagungkan siapapun secara berlebihan," katanya.


(imk/nkn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed