"Ya saya kan seperti saya bekas ketum. Ical juga begitu, yang lain-lain juga begitu. Pasti banyak teman di dalam yang dulu pernah jadi pengurus, ketua, pasti kan lebih dekat," ujar JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (19/12/2017).
Meski mengakui adanya kelompok didasarkan kedekatan satu sama lain, dipastikan JK hal itu tidak berarti ada konflik di dalam Golkar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga menegaskan 'grup-grup' di Golkar tidak akan menciptakan ketegangan atau perpecahan di tubuh partai berlambang pohon beringin itu.
"Tidak, tidak. Saya katakan belum tentu berbeda. Bisa sama saja mungkin lebih sering diskusi, lagi datang. Itu saja mungkin. Tidak berarti kelompok-kelompok itu kemudian berseteru, tidak," kata JK.
"Bisa saja cuma hubungan lebih dekat saja. Kalau 5 tahun sama-sama bekas sekretaris, bekas wakil ketua, pasti lebih dekat daripada yang bukan, kan," sambungnya. (fiq/fdn)










































