Rakernas Karhutla, Wiranto Sebut Kebakaran Hutan Seperti Terorisme

Rakernas Karhutla, Wiranto Sebut Kebakaran Hutan Seperti Terorisme

Tsarina Maharani - detikNews
Selasa, 19 Des 2017 11:23 WIB
Rakernas Karhutla, Wiranto Sebut Kebakaran Hutan Seperti Terorisme
Menko Polhukam Wiranto menghadiri rakernas Kemenko Perekonomian tentang pencegahan kebakaran hutan, kebun, dan lahan 2017. (Tsarina/detikcom)
Jakarta - Menko Polhukam Wiranto menghadiri rakernas Kemenko Perekonomian tentang pencegahan kebakaran hutan, kebun, dan lahan (karhutbunla) 2017. Wiranto mengatakan kebakaran hutan di Indonesia sudah seperti ancaman terorisme.

Rakernas Kemenko Perekonomian ini digelar di Hotel Borobudur Jakarta, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Selasa (19/12/2017). Hadir dalam acara tersebut Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, serta Ketua Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Dwikorita Karnawati.

"Indonesia sudah dianggap sebagai paru-paru dunia. Maka, kalau ada kebakaran di wilayah Indonesia, hal tersebut mengurangi dan merusak paru-paru itu, sehingga sudah jadi masalah global. Asap yang dihasilkan juga melewati batas regional global. Karena asap nggak mengenal batasan negara, kan. Seperti terorisme saja," kata Wiranto di acara tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rakernas Karhutla, Wiranto Sebut Kebakaran Hutan Seperti TerorismeMenko Polhukam Wiranto menghadiri rakernas Kemenko Perekonomian tentang pencegahan kebakaran hutan, kebun, dan lahan 2017. (Tsarina/detikcom)
Menurut Wiranto, Indonesia harus terus melakukan pencegahan, penanggulangan, serta pemulihan bencana kebakaran hutan dan lahan. Meski dalam 3 tahun karhutla sudah mulai menurun, hal itu akan timbul kembali jika dibiarkan.

"Tapi tugas kita belum selesai. Kebakaran hutan ini ibarat penyakit, ya. Penyakit yang terus perlu ditanggulangi. Ibaratnya 3 tahun ini sudah kita redam. Tapi kalau nggak kita cegah terus, ya bisa timbul lagi," ujar Wiranto.


Wiranto menambahkan, kebakaran hutan di Indonesia juga disebabkan adanya kebiasaan dan budaya masyarakat dalam membakar lahan. Hal ini diperparah oleh perusahaan yang juga membakar lahannya.

"Tadi Bu Menko PMK juga sempat menyinggung soal perilaku membakar hutan, ini sudah menjadi kebiasaan dan budaya manusia kita yang sulit diberantas. Belum lagi perusahaan-perusahaan yang licik membakar hutan, ini penyakit yang masih ada," ucap dia.

Pencegahan, penanggulangan, dan pemulihan kebakaran hutan di Indonesia harus dilakukan dengan kerja sama antar-kementerian dan lembaga. "Pekerjaan kita ini dalam pencegahan, penanggulangan, dan pemulihan ini harus dilakukan secara simultan, sehingga batasnya juga jelas," papar Wiranto.

"Bagian pencegahan ada Pak Darmin (Menko Perekonomian). Kalau Menko Polhukam ini kami yang bagian penanggulangan ketika sudah terjadi. Bagian masalah tempurnya. Yang paling sulit ini pekerjaan Menko PMK. Karena ngurusin manusia, mulai hulu hingga hilir. Sehingga tiga menko ini harus bekerja keras," imbuhnya. (nvl/nvl)


Berita Terkait