Ingin Pungli Diberantas, Anies: Nominal Kecil tapi Dirasakan Rakyat

Ingin Pungli Diberantas, Anies: Nominal Kecil tapi Dirasakan Rakyat

Mochamad Zhacky - detikNews
Selasa, 19 Des 2017 11:11 WIB
Ingin Pungli Diberantas, Anies: Nominal Kecil tapi Dirasakan Rakyat
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota (Mochamad Zhacky Kusumo/detikcom)
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menekankan pemberantasan praktik pungutan liar harus digiatkan. Meski nilai nominal pungli terbilang kecil, menurutnya, hal itu dirasakan warga Jakarta.

"Hitungan pungli itu kecil, tapi berbeda dengan mega-corruption. Mega-corruption itu di ruang-ruang tertutup. Tapi kalau (pungli) ini jumlahnya kecil tapi rakyat merasakan. Karena itu, mari kita tekadkan niat kita, langkah kita, Ibu Kota harus bebas dari praktik pungli," kata Anies saat membuka acara bertajuk 'Refleksi Tahunan Unit Pemberantasan Pungutan Liar DKI Jakarta' di Balai Agung, Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (19/12/2017).


Anies yakin, seiring dengan perkembangan zaman, praktik pungli akan hilang dengan sendirinya. Sebab, hari demi hari transaksi tunai mulai berkurang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semakin lama dunia ini semakin mendekati posisi bebas pungli. Karena semakin hari transaksi-transaksi semakin sedikit yang menggunakan cash. Karena itu, saya usul, kita ingatkan pada diri kita sendiri bahwa di masa depan nanti yang namanya pungli itu tidak ada," papar Anies.


Mantan Mendikbud ini menegaskan tak akan ada toleransi terhadap pegawai negeri sipil Pemprov DKI Jakarta yang melakukan pungli. Jika tertangkap tangan, tak hanya sanksi administrasi, tapi bisa jerat ke ranah pidana.

"Khusus untuk ASN di jajaran DKI Jakarta, setop pungli. Apabila Anda teruskan, Anda yang berhenti. Kalau Anda hentikan, Anda akan bertugas terus. Sanksi ini bukan hanya sanksi kepegawaian, tapi bisa ditingkatkan dengan sanksi yang lebih tinggi," terang dia. (zak/jbr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads