Pria Rambut Pendek Pernah Minta Nginap di Rumah Abu Jibril

Pria Rambut Pendek Pernah Minta Nginap di Rumah Abu Jibril

- detikNews
Rabu, 08 Jun 2005 20:17 WIB
Jakarta - Meski tidak pernah mendapat teror sebelum peristiwa bom Pamulang, Abu Jibril pernah kedatangan seorang pria dengan rambut pendek yang ingin menginap di rumahnya."Pernah ada, datang ke rumah saya seorang pria berinial A minta menginap di rumah saya. Kejadian itu satu minggu yang lalu. Dia menyatakan ingin mengikuti kemana saya pergi," ungkap Abu Jibril.Hal itu disampaikan dia dalam jumpa pers di lantai tiga Aula Mapolres Jakarta Selatan, sekitar pukul 18.00 WIB, Rabu (8/6/2005), usai pemeriksaan sebagai saksi korban."Ciri-ciri pria itu, badannya kecil dengan rambut pendek. Tapi saya keberatan ketika dia minta untuk tidur di rumah saya. Saya suruh tidur di masjid," tutur Abu Jibril.Selanjutnya dia memaparkan kembali kronologi kejadian peledakan bom di halaman rumahnya yang berlokasi di Jalan Bima Blok C No.106 Kompleks Witana Harja, Pamulang, Tangerang, Banten.Berikut penuturannya: "Saya keluar rumah untuk salat subuh di masjid. Saat di masjid, terdengar suara ledakan. Sesampai di rumah usai salat, saya melihat tiga meter dari rumah saya ada lubang, ada dedaunan berwarna kelabu, serpihan kertas koran yang melekat ke daun.Satu meter dari situ ada baterai berukuran 4x3 cm, dan ada dua kabel merah dan putih yang ujungnya ada plastik yang tebal. Ketika saya memegang benda itu pukul tujuh pagi, masih hangat.Kemudian saya ke Polsek Pamulang. Kelihatannya polisi sudah mengetahuinya karena sudah ada yang telepon dari warga.Mengenai keganjilan seorang pria yang membawa senapan angin, saya melihatnya ada di sekitar lokasi kejadian sepulang saya salat dari masjid. Dia tidak pernah terlihat sebelumnya. Sambil membawa senapan angin, dia mondar-mandir di sekitar lokasi, jalan dengan tenang. Dia berperawakan tegap, rambut lurus terbelah tengah, dan tingginya lebih dari saya.Pak RW melihatnya dan bertanya kepada orang itu: Siapa kamu? Pak RW kemudian meminta KTP-nya. Orang itu menjawab: Siapa yang dirugikan dalam kasus ini? Ayo kita ke pos di depan.Tapi karena saya dan Pak RW sibuk dimintai keterangan polisi, kami tidak memperhatikan orang itu lagi. Senapan angin yang dibawa orang itu kelihatan masih baru, dan dia mengenakan pakaian bermotif dengan kerah." (sss/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads