Permadi Minta Kapolri Diganti Saja

Teror Bom Marak

Permadi Minta Kapolri Diganti Saja

- detikNews
Rabu, 08 Jun 2005 19:24 WIB
Solo - Anggota Komisi I DPR RI dari FPDIP Permadi menilai polisi gagal mengajak masyarakat mencegah tindakan teror. Selain itu juga ada kesan angkuh dan meremehkan masalah itu. Dia mendesak Kapolri Jenderal Pol Da'i Bachtiar segera diganti. Alasannya telah terlalu lama menjabat, tidak mampu menangani kasus-kasus penting serta ingkar janji."Polisi telah gagal mengajak masyarakat turut serta melakukan langkah preventif terhadap kasus teror. Tidak ada respons masyarakat untuk melaporkan penghuni atau pengontrak rumah baru yang pantas dicurigai di lingkungannya. Ini kegagalan polisi yang cukup fatal," ujar Permadi kepada wartawan usai berbicara dalam peringatan hari lahir Pancasila di RM Ramayana, Solo, Rabu (8/6/2005).Permadi menanggapi bom yang meledak di Pamulang. Menurut dia, bom itu salah satu bukti bahwa Polri telah gagal mengikutsertakan masyarakat dalam pengamanan. "Untung saja bom itu masih meledak di Pamulang, akan menjadi runyam kalau sudah sampai meledak di hotel atau tempat umum lainnya," lanjutnya.Kegagalan Polri berikutnya, kata Permadi adalah mentalitas aparaturnya. Dicontohkan beberapa saat setelah peledakan di Hotel Marriott, sebenarnya Noordin M Top sudah terjaring dalam razia kendaraan bermotor. Namun oleh polisi yang menangkap, Noordin dilepas setelah menyogok Rp 50 ribu."Padahal di saku baju polisi itu ada foto Noordin, tapi dia tidak menangkapnya dan justru membiarkan pergi setalah menerima Rp 50 ribu. Kita jangan terlalu berharap kondisi membaik dan keselamatan terjaga kalau polisi masih seperti itu," ketus Permadi.Daftar kesalahan lain yang dibeberkan Permadi adalah Polri dinilai tidak serius menangani kasus teror. Polisi, kata Permadi, telah menganggap kasus teror sebagai kasus rutin yang tidak membayakan masyarakat. Dengan demikian mereka gagal melakukan langkah preventif. Keberhasilan menangkap beberapa pelaku setelah peledakan, menurutnya, bukan hasil cemerlang.Daftar berikutnya adalah Polri dinilai angkuh. Dalam konsep Indonesia, kata Permadi, Polri adalah aparat penegak hukum dan penjaga kantimbmas. Jika para terorisnya telah menggunakan peralatan canggih, maka seharusnya menjadi porsi TNI untuk memberantasnya. Namun polisi tidak mau meminta tolong TNI untuk ikut membantu menangani kasus tersebut.Karenanya Permadi mendesak agar Kapolri Da'i Bachtiar segera diganti. Alasannya telah terlalu lama menjabat dan terbukti gagal menjalan banyak tugasnya. "Perlu diingat pula saat fit and propes test di DPR dulu Da'i Bachtiar berjanji akan meletakkan jabatan dan bintangnya jika saat dia menjadi Kapolri perjudian masih marak. Buktinya toh sekarang perjudian masih merajalela," lanjutnya. (asy/)



Berita Terkait