Mabes Polri: Teror di KBRI Australia Tak Terkait Corby
Rabu, 08 Jun 2005 19:06 WIB
Jakarta - Dugaan kuat teror terhadap KBRI di Canberra, Australia, mempunyai kaitan dengan kasus Schapelle Corby mental sudah. Hasil pemeriksaan gabungan antara Kepolisian Federal Australia (AFP) dan Polri menemukan teror itu tak ada kaitan dengan ratu mariyuana itu.Demikian disampaikan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Ariyanto Budihardjo dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta, Rabu (8/6/2005). "Dari penelusuran terhadap nomor internet protocol (IP) serta internet service provider (ISP) yang digunakan oleh para pelaku atau para pengirim pesan sebagian besar berasal dari beberapa negara bagian di Australia. Dan ini sama sekali tidak terkait dengan jaringan Schapelle Corby di Australia," kata Ariyanto. Tidak diketahui mengapa Ariyanto menyebut IP dan ISP yang identik dengan pengiriman e-mail lewat jaringan internet. Sebab faktanya, KBRI di Canberra mendapat teror serbuk putih 1 Juni 2005 lalu lewat surat pos berstempel negara bagian Virginia. Sebelumnya serbuk itu diduga merupakan agen biologi yang bisa menyebabkan penyakit anthrax. Namun, kata Ariyanto, hasil pemeriksaan dan analisa mikrobiologi menunjukkan bubuk itu tidak mengandung anthrax. Pemeriksaan juga menyimpulkan bubuk putih itu biasa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari dan tidak berbahaya bagi kesehatan. "Tidak mengandung bakteri bacillus anthraxis atau virus anthrax," tandasnya. Kini Tim Gabungan Polri dan AFP masih mengecek dan menganalisa stempel atau cap perangko untuk pemeriksaan sidik jari yang berada di balik perangko tersebut.
(iy/)











































