SBY: Tanggulangi Kemiskinan, Just Do It
Rabu, 08 Jun 2005 18:25 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta jajarannya bekerja keras merealisasikan rencana aksi yang tertuang dalam berbagai kampanye dan pencanangan gerakan penanggulangan kemiskinan."Saudara-saudara, negara ini tidak miskin konsep. Cukup rasanya. Tinggal just do it. Agar yang indah-indah itu dapat betul-betul mencapai sasaran," kata Presiden.Permintaan itu ia sampaikan usai menyaksikan penandatanganan kesepakatan bersama mengenai Penanggulangan Kemiskinan Melalui Pemberdayaan dan Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah antara Gubernur Bank Indonesia dan Menko Kesra selaku Ketua Komite Penanggulangan Kemiskinan di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta, Rabu (8/6/2005).Selama tujuh bulan duduk sebagai kepala pemerintahan, sudah banyak acara seremonial bertema upaya pengentasan kemiskinan yang telah digelar. Bahkan masih ada beberapa kegiatan lagi yang akan berlangsung pada akhir tahun ini. Namun, semua hanya tinggal tumpukan rencana kerja bila aparat pemerintah tidak sepenuh hati mengimplementasikan di lapangan.Padahal sekitar 16,6 persen penduduk Indonesia masih berada di bawah garis kemiskinan. Jumlah itu belum termasuk kelompok penduduk terkategori hampir miskin yang punya potensi besar untuk jatuh miskin. Bila tidak segera ditangani, tentunya akan menjadi ledakan masalah di masa depan.Menurut Presiden, metode paling efisien dan efektif bagai para kepala daerah untuk mengetahui pasti kondisi dan kebutuhan warganya, adalah dengan sering terjun langsung ke lapangan. Terutama ke berbagai pelosok atau daerah miskin yang terletak jauh dari ibukota pemerintahannya.Bukan sekadar datang berkunjung untuk melihat, tetapi menginap sementara waktu di lokasi bersama komunitas rakyat miskin agar dapat merasakan suasana yang berlangsung. Hanya dengan demikian, kepala daerah bisa mendapatkan inspirasi solusi pemecahan masalah yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan warganya."Saya minta pada jajaran pemerintah, mulai dari saya, menteri, gubernur dan walikota jangan terlena dalam ruang rapat mewah. Seringlah datang ke pelosok negeri ini yang masih tertinggal. Jangan buru-buru kembali ke kota. Stay. Rasakan. Seeing is believing. Feeling is educating," urainya panjang lebar.
(nrl/)











































