Abu Jibril: Baru Keluar dari Penjara, Sekarang Diambil Lagi
Rabu, 08 Jun 2005 17:17 WIB
Jakarta - Belum genap setahun menghirup udara bebas eh sudah harus berurusan dengan polisi lagi. Begitulah keluhan Abu Jibril.Hingga pukul 17.00 WIB, Rabu (8/6/2005), pria asal Lombok berkulit bersih itu masih diperiksa di Polres Jakarta Selatan, Jl Wijaya. Dia tiba di kantor polisi itu pukul 11.45 WIB.Status bapak 11 anak ini adalah saksi korban, bukan tersangka. Meski statusnya hanya saksi, tapi penjagaan padanya cukup ketat. Wartawan yang mendekatinya saat istirahat untuk salat ashar, dihalang-halangi oleh polisi. Jadinya, tanya jawab wartawan dengan pria berjenggot itu hanya sebentar.Ketika tiba di Polres pukul 11.45 WIB, pria bernama asli Fikhruddin ini menyatakan bom yang meledak di pekarangan rumahnya hanyalah rekayasa belaka. Apa maksudnya?"Karena saya baru keluar dari penjara akhir tahun 2004 lalu. Sekarang diambil lagi," jawab pria yang anak sulungnya bernama Jibril ini.Seperti diketahui, pada medio Oktober 2004, kelahiran 17 Agustus 1957 ini divonis 5,5 tahun penjara potong masa tahanan karena memalsukan indentitas. Sepuluh hari setelah divonis, dia bebas karena telah ditahan sejak 14 Mei 2004.Tak Pernah Dapat AncamanPria yang tengah menunggu kelahiran anak keduabelasnya ini juga mengaku belum dan tidak pernah mendapatkan ancaman sebelum bom meledak di halaman rumahnya Rabu subuh.Dia juga tidak melihat orang yang naik motor saat terjadinya bom. Pengendara motor inilah, menurut polisi, yang meletakkan bom di halaman rumah Abu Jibril di Pamulang."Saya yakin kemungkinan ada tendensi ke arah rekayasa. Namun yang melakukan belum diprediksi," kata Abu Jibril yang mengenakan kemeja koko dan berpeci ini.Menurut pengacara Abu Jibril dari TM, M Ali, dua atau tiga hari sebelum pemboman, ada hal-hal yang mencurigakan. Misalnya, Ketua RW sempat melihat orang yang mondar-mandir membawa senapan angin di sekitar lokasi. Namun saat ditanya, orang itu menjawab, saya orang baik-baik saja.Juga ada kejadian tukang ojek meminta buah pepaya pada Abu Jibril. Abu Jibril mengenali wajah orang itu sebagai warga setempat.Ditanya tentang orang yang membawa senapan angin, Abu Jibril melihatnya selepas subuh tadi. "Baru hari ini ada orang yang membawa senapan. Hari ini selisih subuh tadi. Yang bawa senapan saya tidak kenal," tuturnya.Ketika bom meledak, Abu Jibril sedang menunaikan salat subuh di masjid tak jauh dari rumahnya. Begitu ledakan terdengar, dia langsung pulang. Di halaman rumahnya, dia melihat pecahan baterei dan plastik.
(nrl/)











































