Helikopter Polda Kagetkan Tetangga Abu Jibril
Rabu, 08 Jun 2005 16:54 WIB
Jakarta - Meski hanya melintas selama tiga menit, helikopter milik Polda Metro Jaya sempat mengagetkan tetangga sekitar rumah Abu Jibril. Mereka kaget bukan karena baru pertama kali melihat helikopter, tapi karena rendahnya helikopter itu terbang.Helikopter tersebut terbang hanya beberapa meter saja dari atas atap rumah Abu Jibril dan sempat berputar sebanyak tiga kali. Tidak diketahui secara pasti siapa penumpang yang ada di dalam helikopter yag melintas sekitar pukul 15.50 WIB itu.Setelah tiga kali putaran, helikopter tersebut kembali menjauh meninggalkan rumah yang dikontrak Abu Jibril di Kompleks Witana Harja Blok C No. 106, Pamulang, Tangerang. Di pekarangan rumah ini sekitar pukul 04.30 WIB, meledak bom yang membuat geger warga Pamulang.Meski deru helikopter cukup kencang, tidak ada perubahan yang berarti dari penghuni rumah bercat putih itu. Istri Abu Jibril yang tengah mengandung anak ke-12 dan anak-anaknya tampak tidak terganggu.Rumah tersebut tetap kelihatan sunyi dan dingin. Sejumlah wartawan yang sempat berusaha mewawancarai wanita yang akrab dipanggil Umi itu harus gigit jari. Ucapan salam yang dilontarkan dari balik pagar rumah itu tidak ada yang menyahuti.Sekitar 15 menit setelah helikopter itu melintas, sebuah mobil polisi terlihat merapat ke jalan di depan rumah yang dikontrak Abu Jibril sejak bulan puasa tahun lalu itu. Turun dari mobil tersebut anak Abu Jibril yang bernama Ridwan (12). Ridwan baru saja dimintai keterangan oleh aparat Polres Jaksel.Wartawan berusaha mencegat dan melontarkan sejumlah pertanyaan kepada Ridwan. Namun anak laki-laki bercelana pendek tersebut terlihat tidak peduli. Ridwan tampak masih shock dengan kejadian subuh tadi. Dengan pandangan kosong Ridwan langsung menuju pintu rumahnya.Beberapa menit setelah Ridwan masuk ke rumah tipe 70 itu, tiga aparat kepolisian memasuki rumah Abu Jibril. Hingga pukul 16.15 WIB, warga yang penasaran dengan ledakan bom tersebut masih terus berdatangan ke lokasi peledakan. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak kecil pun seolah tidak ingin ketinggalan informasi. Dengan menggunakan sepeda mini, puluhan anak bergerombol di sekitar lokasi kejadian.
(umi/)











































