DetikNews
Senin 18 Desember 2017, 12:26 WIB

IDI: 38 Anak Meninggal karena Difteri

Indra Komara Nugraha - detikNews
IDI: 38 Anak Meninggal karena Difteri Ketua PB IDI Ilham Oetama Marsis (tengah) saat jumpa pers, Senin (18/12/2017) Foto: Indra Komara-detikcom
Jakarta - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyebut ada 38 anak yang meninggal dunia karena terserang penyakit difteri. Korban meninggal itu tercatat sejak November-Desember.

"Hingga saat ini 38 anak Indonesia dinyatakan meninggal dunia karena terserang penyakit difteri dan lebih 600 anak dirawat di RS karena terserang difteri di 120 kota/kabupaten, kata Ketua PB IDI Ilham Oetama Marsis, di kantor PB IDI Jalan Samatulangi, Jakarta Pusat, Senin (18/12/2017).

Data jumlah anak yang meninggal karena difteri didapat IDI dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). IDI menilai data dari IDAI akurat.

"Itu data-data dari kawan-kawan IDAI, IDAI ini ujung tombak kita PB IDI di daerah. Kadang-kadang laporan dari IDAI kalau saya mengatakan jauh lebih akurat," jelasnya.

Ilham mengatakan, banyaknya anak-anak yang menderita difteri karena diduga tidak lengkapnya imunisasi yang diberikan. Imunisasi lengkap artinya imunisasi DPT (difteri, pertusis, dan tetanus) harus dilakukan sebanyak 8 kali sampai usia 19 tahun.

"Lengkap itu imunisasi 4 kali sampai usia 2 tahun, sampai umur 5 tahun DPT 5 kali, sampai unur 19 tahun DPT, DT, Td total 8 kali," sambung Ilham.

Menurut Ilham, seseorang yang sudah mendapatkan 8 kali imunisasi DPT masih bisa terkena virus difteri. Namun kemungkinan terserang difteri bagi orang yang sudah mendapatkan vaksin lebih kecil.


(fdn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed