detikNews
Senin 18 Desember 2017, 11:20 WIB

Nasida Ria Junior, Perbanyak Jam Terbang dan Manggung Gratisan

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Nasida Ria Junior, Perbanyak Jam Terbang dan Manggung Gratisan
Serang - Nasida Ria berusaha bertahan dan tetap ada untuk para penggemarnya serta menyebar dakwah lewat lagu. Grup ini pun melakukan pembaruan personel karena personel awal sudah tidak muda lagi dan memiliki kesibukan bersama keluarga sebagai seorang ibu.

Generasi pertama Nasida Ria berjumlah sembilan orang dan kini bersama generasi kedua jumlahnya ada 13 orang. Personel generasi pertama sudah ada yang keluar karena mengikuti suami ke luar kota.

"Uniknya, semua perempuan, vokalis semua, bisa pegang alat musik. Alat musiknya bisa ganti-ganti," terang Manajer Nasida Ria, Choliq, saat berbincang dengan detikcom beberapa waktu lalu.

Untuk persiapan generasi selanjutnya, manajemen Nasida Ria memiliki dua grup berisi anak-anak muda, yaitu bernama Ezzura dan Qasidah Tanpa Nama. Personel Ezzura dilatih manggung dan ada yang mulai menjadi additional player Nasida Ria. Begitupun Qasidah Tanpa Nama, ada yang mulai bergabung dengan Ezzura.

Untuk melatih kandidat pengganti personel Nasida Ria, mereka memang sering manggung tanpa bayaran. Pihak manajemen Nasida Ria juga tidak memperoleh bayaran, namun yang mengundang bisa menyediakan transportasi.
Nasida Ria Junior, Perbanyak Jam Terbang dan Manggung Gratisan

"Yang kecil-kecil dilatih, jangan mikir duit dulu. Yang penting senang tampil dulu," ujar Choliq.

Grup-grup dari manajemen Nasida Ria masih kerap mengisi acara, seperti pengajian, hajatan, dan acara musik. Dan tidak sedikit yang mengundang untuk bernostalgia dengan mengundang Nasida Ria berpersonel lama.

"Paling banyak undangan orang hajatan. Ada yang mintanya harus personel lama, mau bernostalgia," ujar Choliq.

detikcom juga sempat menemui salah satu personel Nasida Ria, Hj Afuwah, di kediamannya, Kwaran Lama RT 01 RW 03, Pogangan, Kecamatan Gunungpati, Semarang. Ibu dua anak itu ramah menyapa ketika dikunjungi dan segera menyuguhkan segelas teh agar tamunya betah.

Afuwah bercerita dirinya merupakan generasi kedua yang bergabung pada 1983 saat jumlah album Nasida Ria sudah 12 album. Kala itu dirinya masih berusia 15 tahun dan merupakan fans berat Nasida Ria.

"Awalnya penggemar. Terus pas nonton ada pengumuman cari regenerasi, 'bagi siapa saja yang punya bakat, daftarkan diri'. Saya langsung daftar. Yang daftar banyak sekali," kenang Afuwah.

Ia dan kandidat lainnya kemudian dites tidak hanya soal bernyanyi, namun juga membaca Alquran. Keahlian memainkan alat musik saat itu tidak menjadi perhitungan karena akan dilatih setelah diterima.

"Alhamdulillah masuk. Kemampuan alat musik masih nol saat itu. Kemudian dilatih, dipanggilkan guru musik dari RRI," tandasnya.

Tujuan Nasida Ria memang tidak hanya bernyanyi, tapi juga berdakwah, sehingga wajar syarat salah satunya bergabungnya adalah pemahaman beragama termasuk membaca kitab suci yang masih dilakukan hingga saat ini untuk seleksi.

"Saat ini generasi pertama tinggal Hj Rien Jamain dan Hj Muthoharoh," ujarnya.
(alg/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed