TPM Hargai Polda Sebut Abu Jibril Sebagai Korban Bom

TPM Hargai Polda Sebut Abu Jibril Sebagai Korban Bom

- detikNews
Rabu, 08 Jun 2005 15:55 WIB
Jakarta - Tim Pembela Muslim (TPM) menyayangkan cara-cara yang menyudutkan Abu Jibril terkait bom di Pamulang. Padahal, Abu Jibril hanya menjadi korban. Karena itu, TPM menghormati keberanian Polda Metro Jaya menyebut Abu Jibril sebagai korban. "Saya sangat menyayangkan mengapa kalau ada bom seperti itu, walaupun Abu Jibril sebagai korban, tapi dia terlebih dulu diindikasikan sebagai tersangka. Ini menyalahi asas praduga tidak bersalah," kata Koordinator TPM Mahendradatta kepada wartawan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (8/6/2005). Mahendra menyayangkan stigma negatif dari beberapa media terhadap Abu Jibril. "Tapi, saya cukup menghargai Kapolda yang berani mengungkapkan fakta-fakta yang ada, bahwa Abu Jibril hanya korban," kata Mahendra. Terhadap perkembangan kasus bom ini, Mahendra mengaku gembira. "Saya gembira, karena jelas, ada fakta bahwa ada tetangga yang menyaksikan ada dua orang naik sepeda motor yang melintas di depan rumah Abu Jibril 20 menit sebelum kejadian," ungkap pria yang menjadi pengacara Ustad Abu Bakar Ba'asyir itu. Mahendra juga gembira, karena saat ledakan bom terjadi, tidak ada orang lain yang menginap di rumah Abu Jibril, selain keluarga. "Biasanya rumah Abu Jibril sering diinapi ikhwan-ikhwan MMI (Majelis Mujahidin Indonesia). Bila ada, bisa jadi mereka akan dicurigai," jelasnya. Ketika ditanya siapa yang ingin menjebak Abu Jibril, Mahendra mengaku belum tahu. Mungkin, bisa saja kelompok yang ingin memojokkan MMI. Tapi, yang jelas, dengan adanya ledakan bom ini, yang diuntungkan adalah pemerintah AS. "Dengan bom ini, sinyalemen mereka bahwa Indonesia tidak aman dan masih ada bom itu terbukti, walaupun entah bom itu berasal dari mana," ungkapnya. (asy/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini