Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri mengaku tak mempermasahkan soal menang atau kalah dalam pemilihan umum. Menurutnya kalah atau menang dalam sebuah kompetisi adalah hal biasa.
"Politik untuk merebut kekuasaan, tidak ada etika. Kita sebarkan kebencian, hingga manusia takut, hingga kemenangan bisa didapat, dan kemenangan itu tidak tahu untuk apa," kata Megawati di DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Minggu (7/12/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyebut saat ini banyak politikus yang kehilangan tradisi musyawarah dalam proses politik. Megawati menganggap perubahan budaya politik tersebut sebagai dampak kerusakan lingkungan.
"Akibat kerusakan lingkungan, kita berpolitik itu tidak punya etika poltik, tidak punya implementasi kebangsaan. Tradisi yang biasanya musyawarah sepertinya tidak masuk lagi di pembicaraan politik," ujar Megawati.
Ia juga telah meminta pada penyelenggara pemilu untuk membuat aturan agar pemilu berlangsung dengan adil dan jauh dari isu SARA. Menurutnya rakyat harus dijamin kebebasannya memilih dengan cara-cara yang berbudaya.
"Saya sampai meminta kepada penyelenggara pemilu seperti KPU, Bawaslu atau panwaslu untuk menaruh perhatian ini. Sebab politik itu bukan "menang-menangan" dengan segala cara," ucapnya.
"Yang memilih rakyat, kalau memang saya kasi pemimpin ini, rakyat mau ini, ya diliat dengan cara fair. Dengan cara-cara yang berbudaya," sambung Megawati.
Ia memastikan PDIP tidak akan menggunakan cara yang memecah belah bangsa dalam Pilkada. Menurutnya PDIP hadir sebagai pemersatu bangsa.
"PDI Perjuangan tidak akan pernah terpancing pada berbagai isu yang memecah belah bangsa tersebut. PDI Perjuangan harus hadir sebagai kekuatan pemersatu bangsa," ujarnya.
Selain itu , Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut Pilkada serentak 2018 sebagai proses mendukung pemerintahan Joko Widodo - Jusuf Kalla. Ia juga mengatakan Pilkada 2018 sebagai proses konsolidasi politik jelang Pemilu 2019.
"Seluruh Pilkada serentak kami tempatkan sebagai konsolidasi politik dalam pemilu legislatif dan pemilu presiden yang akan datang," ucap Hasto. (nvl/nvl)











































