Viral Video Ramalan Bencana Besar di Ujung 2017, Ini Faktanya

Viral Video Ramalan Bencana Besar di Ujung 2017, Ini Faktanya

Aditya Mardiastuti - detikNews
Minggu, 17 Des 2017 10:38 WIB
Viral Video Ramalan Bencana Besar di Ujung 2017, Ini Faktanya
Foto: Screenshot video hoax bencana di ujung tahun 2017
Jakarta - Sebuah video ramalan bencana besar di ujung 2017 beredar viral di grup-grup WhatsApp (WA). Video tersebut menayangkan ilustrasi kengerian bencana di sejumlah negara di dunia.

Video itu berjudul 'Warning!! Major Earth Changes Before December 31st 2017 Predicted by Indian Scientist' dan berdurasi kurang dari 3 menit. Dalam video itu menyebutkan 11 negara seperti India, China, Jepang, Pakistan, Nepal, Bangladesh, Thailand, Indonesia, Afganistan, Srilanka dan negara teluk bakal dilanda bencana alam. Kondisi itu akan diperparah dengan terjangan badai Seshma yang membuat situasi makin bertambah parah.

Viral Bencana Ramalan Bencana Besar di Ujung 2017, Ini FaktanyaFoto: Screenshot video hoax bencana di ujung tahun 2017
Video itu juga menyebutkan jika badai Seshma memiliki kecepatan 120-180 km/jam dan datang bersamaan dengan hujan deras. Bencana alam itu itu diprediksi peneliti India bernama Babu Kalyl Direktur Asosiasi Riset BK untuk ESP (Persepsi Ekstra Sensorik dan Prediksi Bumi dan Antariksa).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yang menghebohkan, hasil prediksinya itu meramalkanb bahwa gempa bumi besar akan terjadi sebelum 31 Desember 2017. Bahkan disebut gempa besar akan mengguncang Samudera Hindia di Benua Asia, dan berdampak pada garis batas pantai.

Viral Bencana Ramalan Bencana Besar di Ujung 2017, Ini FaktanyaFoto: Screenshot video hoax bencana di ujung tahun 2017
Terkait hal tersebut, detikcom kemudian menghubungi Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho untuk menelaah soal ramalan bencana tersebut. Sutopo memastikan bahwa video itu hoax.

"Itu hoax. Pembuat itu ditahan polisi," kata Sutopo saat dimintai konfirmasi soal ramalan bencana itu lewat pesan singkat, Sabtu (16/12/2017).

Sutopo mengaku pernah menerima video yang dibuat orang India itu. Dia menyebut tahun lalu video ramalan serupa juga beredar dengan versi berbeda.

"Orang India. Saya lupa namanya, sudah terlanjur saya hapus. Yang pasti itu hoax, tahun lalu ada versi lain," jelasnya.

(ams/fjp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads