MMI Solo Imbau Warganya Tidak Terprovokasi Bom Pamulang

MMI Solo Imbau Warganya Tidak Terprovokasi Bom Pamulang

- detikNews
Rabu, 08 Jun 2005 15:20 WIB
Solo - Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Kota Solo mengimbau seluruh warga MMI di daerahnya tidak menjadi reaktif dan terprovokasi atas terjadinya ledakan bom di rumah kontrakan Abu Jibril, salah satu petinggi MMI Pusat. Menurutnya, ledakan itu dilakukan oleh pihak yang ingin menyudutkan dan melemahkan perjuangan umat Islam.Hal tesebut disampaikan oleh Ketua I Lajnah Tanfidziyah Daerah (LPD) MMI Kota Solo, Afif Abdul Madjid, kepada detikcom, Rabu (8/6/2005). Ustadz Afif, demikian dia biasa dipanggil, dengan tegas mengatakan Abu Jibril yang saat ini duduk sebagai adalah anggota Ahlul Halli wal Aqdi (Dewan Pemutus Kebijakan) di MMI Pusat tersebut telah menjadi korban fitnah yang dilakukan pihak tertentu."Ini modusnya seperti jebakan dalam razia narkoba di jalan. Pihak yang melakukan razia diam-diam menempatkan ganja atau narkoba lainnya di jok mobil yang kena razia," papar Ustadz Afif."Dalam kasus bom ini, mereka mencari kambing hitam. Sekarang ini korbannya adalah Ustad Abu Jibril, besok banyak tokoh Islam yang lainnya lagi. Karena memang sudah ditarget untuk difitnah. Tujuannya ingin menyudutkan dan melemahkan perjuangan umat Islam," lanjut pengasuh Pesantren Al-Abidin, Solo, tersebut.Siapa pelakuknya, Afif tidak bersedia menyebut nama atau kelompok. Dia hanya mengatakan bahwa pelaku penyebaran fitnah itu adalah pihak yang selama ini mengaku anti-teror tapi justru sebenarnya adalah pelaku teror itu sendiri.Untuk menyikapi kondisi tersebut, lanjut Afif, sebaiknya warga MMI tetap tenang, tidak reaktif, apalagi terprovokasi. Hal itu harus ditempuh mengingat lawan yang dihadapi terlalu kuat. Menurutnya, mudah terpancing justru akan menjadi sasaran bulan-bulanan pihak yang sejak lama menginginkan melemahnya perjuangan umat Islam.Saat ditanya apakah MMI akan menempuh jalur hukum jika terbukti telah menjadi korban fitnah, Afif tidak serta-merta memberikan penegasan. Namun dengan diplomatis dia menjawab, "Bagaimana kalau yang meneror itu justru yang memiliki kewenangan dan kekuatan? Kalau demikian lebih baik kita laporkan kepada Yang Lebih Berwenang. Biar Allah yang membalas mereka." (nrl/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini