Gempa Tasik-Garut Akibat Pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Eurasia

Indra Komara - detikNews
Sabtu, 16 Des 2017 16:02 WIB
Jumpa pers BNPB soal gempa 6,9 SR
Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan soal gempa 6,9 skala Richter (SR) yang berpusat di wilayah Tasik, Jawa Barat, serta gempa 5,4 SR di wilayah Garut. Gempa-gempa itu terjadi karena pertemuan lempeng.

"Gempa terjadi di zona subduksi pertemuan lempeng Hindia (Indo)-Australia dan Eurasia, memang di situ aktif pergerakannya rata-rata 7 cm per tahun," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Graha BNPB, Jl Pramuka, Jakarta Timur, Sabtu (16/12/2017).

Gempa berkekuatan 6,9 SR yang berpusat di Tasikmalaya tadi malam dirasakan hingga di beberapa wilayah di Indonesia, dari Jakarta hingga Jawa Timur. Tak hanya itu, gempa berkekuatan 5,4 SR pagi ini, yang berpusat Garut, juga dirasakan hingga Jakarta.

[Gambas:Video 20detik]


Ada 3 korban jiwa yang meninggal akibat gempa. Dua di antaranya karena tertimpa bangunan. Seorang lainnya karena terjatuh.

Ratusan rumah di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah rusak. Bangunan-bangunan publik juga mengalami kerusakan. (tor/tor)