Perkara pengeroyokan ini berawal saat salah seorang tersangka, Diki Wahyudi (18), melintas mengendarai sepeda motor dengan knalpot berisik di wilayah Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (13/12) dini hari. Diki ditegur pemuda setempat.
"Para pelaku kesal atas teguran teman korban saat pelaku melintas di depan tongkrongan korban dengan suara knalpot berisik," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat AKBP Edi Sitepu dalam keterangannya, Sabtu (16/12/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak lama setelah kejadian itu, kurang dari 24 jam, kami menangkap F, umur 16 tahun, masih di Cengkareng," kata Edi.
F alias Jawa memberikan informasi tentang pelaku-pelaku lainnya yang terlibat dan motif dari pengeroyokan itu. Lalu polisi menangkap MA alias Gilang. "Dua pelaku ditangkap saat bersangkutan mengarah ke kontrakan Jawa, dan tim melakukan penangkapan di kontrakannya, RT 06 RW 16, Kapuk Cengkareng," ujar Edi. Siang harinya, sekitar pukul 12.45 WIB, polisi menangkap Fahrizal dan Diki.
Berita ini meralat pemberitaan sebelumnya yang berjudul "Knalpot Motor Bising, Abdul Tewas Dikeroyok 4 Pemuda". Sebelumnya Abdul disebut memicu pengeroyokan karena mengenderai motor dengan knalpot bising. Peristiwa yang benar adalah Abdul korban salah sasaran seperti yang disebutkan di berita ralat ini. Kami mohon maaf atas kesalahan berita sebelumnya.
Keluarga Abdul juga mengirimkan klarifikasi atas pemberitaan yang salah sebelumnya. Berikut klarifikasi dari Rinaldi, kakak kandung Abdul:
1. Tidak benar bahwa adik kami Abdul Mustakim memicu kejadian pembunuhan atas dirinya, karena almarhum sebelumnya mengendarai sepeda motor berknalpot bising.
2. Perlu kami sampaikan bahwa, Abdul Mustakim merupakan korban pembunuhan secara bersama-sama dengan tanpa alasan. Secara singkat dapat kami sampaikan kronologis kejadian pada malam nahas tersebut yang saya himpun dari keterangan keluarga dan warga bahwa Abdul mustakim pada pukul 02.00 dini hari (15/12/2017) keluar rumah bermaksud hendak membeli rokok dan es (cerita adik saya paling bungsu, Maulidya, umur 12 tahun). Sebelumnya dia memasak nasi goreng di rumah untuk disantapnya sendiri. Saat hendak membeli rokok, dirinya sempat singgah ke rumah tetangga yang bernama Deden. Kemudian melanjutkan niat awalnya. Namun dia melihat ada sekelompok pemuda (sekitar 20 orang-info warga) yang tidak dikenalnya, tiba-tiba saja menyerang abdul mustakim. Karena tidak dapat berlari kencang (akibat pasca kecelakaan 2 tahun lalu di pekanbaru) Abdul Mustakim pun menjadi "bulan-bulanan", dibunuh menggunakan senjata tajam dan tumpul di jembatan dekat rumahnya.
3. Kelompok orang yang membunuh abdul mustakim adalah bukan warga setempat.
4. keterangan dari warga, kerabat, dan kawan2nya, Abdul mustakim tidak terlibat persoalan apapun dengan siapapun sebelumnya.
5. Abdul mustakim menetap di rumah orang tua saya di RT 17/RW 13 Blok a Kelurahan Kapuk kecamatan Cengkareng Jakarta Barat sejak 2 tahun lalu untuk pemulihan pasca kecelakaan di pekanbaru. di rumah orang tua kami terdapat 2 sepeda motor merk REVO dan BEAT yang tidak memiliki knalpot bising. ini mementahkan berita yang dimuat, jika knalpot bising yang dikendarai korban menjadi penyebabnya.
6. Kami berharap, pihak redaksi detikcom segera memuat klarifikasi ini dan mengubah isi berita yang telah dimuat karena kami menduga wartawan yang menulisnya telah mengabaikan prinsip validasi informasi serta kami anggap menampilkan informasi yang kabur, tidak jelas, dan tidak memenuhi kaidah pers. (aik/aan)











































