Pasca Teror, KBRI di Australia Dilengkapi Alat Sortir Surat
Rabu, 08 Jun 2005 13:49 WIB
Jakarta - Pasca pengiriman surat berisi serbuk putih ke Kedutaan Besar RI di Canberra, kini pengamanan di kantor-kantor perwakilan RI di Australia diperketat. Kantor-kantor perwakilan RI di Australia kini dilengkapi alat untuk menyortir surat.Hal ini disampaikan dijelaskan Menlu Hassan Wirajuda dalam Rapat Kerja dengan Komisi I DPR di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (8/6/2005). Hassan menjelaskan tentang kondisi terakhir di Australia pasca terjadinya teror serbuk putih yang kemudian diketahui tidak berbahaya itu.Dijelasakan Hassan, kini semua surat ke kantor perwakilan RI di Australia akan dimasukkan di kotak surat yang dilengkapi alat sensor. Alat ini bisa mendeteksi jika surat tersebut mengandung unsur berbahaya. Surat-surat akan diambil oleh petugas yang menggunakan sarung tangan khusus, kemudian baru diteruskan ke staf kantor perwakilan. "Perlindungan keamanan diperkuat di semua sektor. Bukan hanya di Canberra. Serta membuat pengamanan peralatan surat, semacam sortir surat," jelas Hassan.Hassan juga kembali menegaskan bahwa pemerintah Australia sangat mengutuk peristiwa tersebut.Australia menangani kasus ini secara sungguh-sungguh dan selalu berkomunikasi dengan pemerintahan Indonesia. "Mereka terus menerus berkomunikasi dengan kita," ujar Hassan.Sementara, menjawab pertanyaan anggota dewan tentang kebijakan untuk membuka dan menutup kantor perwakilan di Australia, Hassan menyatakan itu semata-mata kebikakannya sebagai menlu. Tapi kebijakan itu harus diambil berdasarkan laporan dari lapangan.Hassan juga menjelaskan, KBRI di Canberra sudah lama menerima intimidasi pasca jatuhnya vonis bersalah terhadap Corby. Intimidasi itu dikirim melalui faksimilie dan telepon. Puncaknya adalah pengiriman surat yang berisi serbuk putih yang sempat menggegerkan itu.
(gtp/)











































