TNI akan Taati Hasil Perundingan RI-GAM di Helsinki
Rabu, 08 Jun 2005 13:34 WIB
Jakarta - TNI keukeuh menolak melakukan gencatan senjata dan penarikan pasukan di NAD pasca perundingan RI-GAM di Helsinki, Finlandia. Tapi apa pun hasil perundingan itu, TNI akan taat.Hal ini disampaikan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto di Mebes TNI, Cilangkap, Rabu (8/6/2005)."Pada dasarnya TNI hanya melaksanakan kebijakan politik pemerintah. Kita tidak berkewenangan untuk membuat keputusan politik. Itu urusan pemerintah dan DPR. Tetapi kita berkewajiban memberikan saran sesuai kewenangan yang ada pada TNI. Apa pun keputusannnya, TNI harus menaati," kata Panglima.Dijelaskan dia, saran-saran yang disampaikan TNI antara lain menolak melakukan gencatan senjata. "Kalau GAM tujuannya tidak merusak Aceh kenapa harus ada gencatan senjata. Yang kita inginkan GAM menyerahkan senjata sebab gencatan senjata selalu digunakan GAM untuk konsolidasi," paparnya.Panglima tidak keberatan atas keterlibatan asing dalam pemantauan proses penyerahan senjata oleh GAM. "Saat penyerahan senjata, TNI tidak memperlakukan GAM sebagai tahanan," ujarnya.Apakah akan menarik pasukan?"Kita tidak akan menarik pasukan. GAM tak perlu takut kalau tidak melakukan kegiatan melawan pemerintah," Selama operasi militer, TNI menyita 2.340 pucuk senjata organik, laras panjang dan laras pendek serta rakitan. Sebanyak 9.593 orang GAM tewas, menyerahkan diri dan ditangkap. Sedangkan dari TNI, ada 213 personel TNI yang gugur dan 514 orang luka-luka dan 28 pucuk senjata hilang.
(aan/)











































