Cina Dituding Operasikan 1.000 Mata-mata di Australia
Rabu, 08 Jun 2005 13:28 WIB
Jakarta - Pemerintah Cina dituding melakukan aktivitas spionase di Australia dan negara-negara Barat lainnya. Tuduhan itu dicetuskan dua pejabat Cina yang membelot.Salah satunya, Chen Yonglin mengklaim bahwa Cina mengoperasikan sindikat yang terdiri dari 1.000 mata-mata di Australia. Mereka terlibat dalam sejumlah aktivitas ilegal, termasuk penculikan para pembelot Cina dan menyelundupkan mereka kembali ke Cina.Demikian disampaikan Chen, yang meninggalkan pekerjaannya sebagai Sekretaris Satu di Konsulat Jenderal Cina di Sydney, Australia, bulan lalu. Diplomat berusia 37 tahun tersebut melepas jabatannya untuk mendapatkan suaka politik di negeri Kangguru itu.Kementerian Luar Negeri Cina membantah keras pengakuan Chen tersebut. Menurut kementerian, klaim tersebut merupakan fitnah belaka. Demikian seperti dilansir kantor berita Associated Press, Rabu (8/6/2005).Namun seorang pejabat Cina lainnya yang juga mencari suaka di Australia, membenarkan pengakuan Chen. Menurut Hao Feng Jun yang berumur 32 tahun itu, jaringan mata-mata Cina memang berada di Australia. Hao yang mengaku sebagai anggota biro keamanan Kepolisian Cina, masuk ke Australia pada Februari lalu sebagai turis dan langsung meminta suaka politik. "Saya bekerja di kantor kepolisian di biro keamanan dan saya yakin apa yang dikatakan Chen adalah benar," tutur Hao dalam wawancara dengan stasiun televisi Australian Broadcasting Corp. Menurutnya, pemerintah Cina mengirimkan para mahasiswa dan pengusaha untuk menjadi mata-mata. "Mereka mengirimkan pengusaha dan mahasiswa ke negara-negara luar sebagai mata-mata. Mereka juga menyusup ke Falun Gong dan kelompok-kelompok pembangkang lainnya," imbuhnya.
(ita/)











































