Abu Jibril: Bom Itu Rekayasa
Rabu, 08 Jun 2005 12:33 WIB
Jakarta - Meski jelas-jelas ada bom meledak di pekarangan rumah yang dikontraknya, Abu Jibril membantah bom itu hasil karyanya. "Itu jelas rekayasa," tandasnya.Penegasan Abu Jibril tersebut disampaikannya langsung kepada wartawan di Polres Jakarta Selatan, Jl. Wijaya, Jakarta, Rabu (8/6/2005).Abu Jibril yang mengenakan baju koko warna krem dan berkopiah putih itu digiring ke Polres Jaksel untuk dimintai keterangan sebagai saksi peledakan bom Pamulang. Dia dikawal ketat provost dari Bareskrim Mabes Polri. Jibril yang tiba sekitar pukul 11.45 WIB itu langsung menuju ruang pemeriksaan di lantai III. Sebelum menuju ruang pemeriksaan, sejumlah wartawan sempat mewawancarainya. Meski tidak banyak bicara, Jibril sempat menegaskan soal peledakan bom yang diduganya sebagai rekayasa. "Ini rekayasa sebab saya sedang salat dan bom itu meledak di rumah. Pada rakaat kedua, saat saya salat di masjid, kemudian bom meledak. Setelah salat, baru kita melihat bom yang meledak itu," ujarnya. Jibril yang masih sempat tersenyum itu juga mengaku tidak tahu menahu siapa yang berada di balik peledakan bom di halaman rumahnya yang terletak di Kompleks Witana Harja Pamulang itu. "Itu pokoknya rekayasa. Saya tidak tahu sama sekali. Mudah-mudahan ini tidak ada masalah," tegasnya.Saat didesak, apakah dia menduga Amerika Serikat ada di balik peledakan tersebut, lagi-lagi Abu Jibril mengaku tidak tahu. "Saya sama sekali tidak tahu," ujar laki-laki berperawakan sedang ini.
(umi/)











































