DetikNews
Jumat 15 Desember 2017, 14:56 WIB

Dilaporkan ke Polri & DK Terkait Abdul Somad, Arya: Saya Biasa Saja

Prins David Saut - detikNews
Dilaporkan ke Polri & DK Terkait Abdul Somad, Arya: Saya Biasa Saja Foto: dok. FB/Fanpage dr. Arya Wedakarna
Denpasar - Anggota DPD Arya Wedakarna dilaporkan ke Mabes Polri dan ke Dewan Kehormatan (DK) DPD. Ia dilaporkan karena menolak Abdul Somad di Bali serta statusnya di media sosial. Arya menanggapi kedua hal tersebut secara santai dan mengaku biasa saja.

"Ya, saya sudah terima informasi dan saya menanggapi dengan biasa-biasa saja," kata Arya kepada detikcom, Jumat (15/12/2017).

DK DPD akan membentuk tim pencari fakta terkait dugaan Arya sebagai provokator penolakan Abdul Somad di Bali. Senator yang populer disebut AWK itu menyatakan akan mengikuti proses DK DPD terhadap dirinya.

"Tentu kita akan berproses di DPD RI dan siap mengikuti langkah selanjutnya," ujar Arya.

Sementara itu, terkait tudingan status-status kontroversial berbau SARA di media sosial, Arya menyatakan status-statusnya tidak pernah menyebut nama oknum, kelompok agama, atau komunitas tertentu. Ia menjelaskan niatnya adalah untuk mendapatkan klarifikasi terkait latar belakang terjadinya penolakan.

"Dalam status Facebook saya, saya tidak pernah menyebut nama oknum, kelompok agama, atau komunitas-komunitas. Justru saya meminta klarifikasi ke semua pihak, kenapa ada penolakan?" ucap Arya.

"Sisanya imbauan untuk masyarakat Bali waspada akan bahaya gerakan anti-Pancasila. Bisa jadi itu PKI atau HTI yang sudah dibubarkan atau malah gerakan separatis. Diperiksa saja (media sosialnya), saya tidak pernah menyebut nama oknum atau kelompok," sambung Arya.

Arya mengisahkan Bali memiliki sejarah kelam, seperti Bom Bali I dan Bom Bali II, ditambah teror ISIS pada 2016. Ia kemudian menyatakan Bali kini masih berduka karena erupsi Gunung Agung.

"Bali memiliki sejarah kelam, seperti Bom Bali I dan II, tahun 2016 ada teror ISIS di Buleleng, dan ada beberapa kasus pelecehan pecalang Bali dan kasus pelecehan agama Hindu yang belum tuntas. Sebagai pejabat negara, saya meminta semua waspada, apalagi Bali masih berduka karena erupsi Gunung Agung," pungkas AWK.
(vid/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed