DetikNews
Jumat 15 Desember 2017, 14:47 WIB

Ikut Suntik Vaksin Difteri, Sandi: To Lead is to Give Examples

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Ikut Suntik Vaksin Difteri, Sandi: To Lead is to Give Examples Foto: Sandiaga disuntik vaksin difteri. Fotografer: Muhammad Fida Ul Haq
Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mendapatkan suntik vaksin difteri. Sandiaga ingin terhindar dari difteri karena sering bertemu dengan banyak warga selama ini.

Sandiaga melakukan suntik vaksin tersebut di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (15/12/2017) usai salat Jumat. Sebelum disuntik Sandiaga diperiksa tekanan darahnya terlebih dahulu.


"Ini tensinya normal 110/80 (mmHg)," kata salah satu dokter, Anisa.

Foto: "Kami harus memberi contoh sebagai pimpinan di sini untuk menggalakkan imunisasi difteri karena berkaitan dengan KLB," kata Sandiaga. Fotografer: Muhammad Fida Ul Haq

Sandiaga kemudian disuntik dengan vaksin TD yang diberikan pada orang dewasa. Vaksin tersebut biasanya diberikan pada petugas kesehatan yang sering terpapar dengan pasien difteri.

"Kalau pasiennya itu di atas 19 tahun dengan vaksin TD. Kalau untuk anak-anak kurang 19 tahun vaksin DT, kalau DT itu kadar difetri lebih banyak. Kalau yang TD itu vaksin difterinya lebih rendah karena imun orang dewasa lebih baik ya," terang Anisa.


Sandiaga menyebut vaksin yang diberikan itu untuk menghindarkan dirinya dari kemungkinan terjangkit difteri. Dia mengatakan ingin memberi contoh pada warga Jakarta untuk ikut serta dalam vaksin difteri ini.

"Sebagai pimpinan itu, to lead is to give examples. Kami harus memberi contoh sebagai pimpinan di sini untuk menggalakkan imunisasi difteri karena berkaitan dengan KLB. Walaupun saya di Jakarta Selatan, saya sering kali berinteraksi di Jakarta Barat," tutur Sandiaga.

Beberapa wilayah di Indonesia menjadi daerah KLB difteri. Pemerintah saat ini sedang melakukan pengadaan 3,5 vial vaksin difteri yang tersedia saat ini. Jumlah vaksin dinilai cukup banyak untuk masyarakat karena satu vial vaksin dapat diberikan kepada 8-10 orang.

"(Persediaan vaksin) cukup banyak, jutaan vaksin. Karena satu vial itu kira-kira untuk 8 sampai 10 orang. (Pemerintah) ada sekitar 3,5 juta vial," jelas Menteri Kesehatan Nila Moeloek setelah mendapat tanda kehormatan Bintang Bhayangkara Utama di Auditorium STIK/PTIK, Jl Tirtayasa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (13/12).



(fdu/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed