DetikNews
Jumat 15 Desember 2017, 12:37 WIB

Fadli Zon Yakin Golkar Pilih Kader Kompeten untuk Posisi Ketua DPR

Parastiti Kharisma Putri - detikNews
Fadli Zon Yakin Golkar Pilih Kader Kompeten untuk Posisi Ketua DPR Pimpinan Ketua DPR saat Novanto (tengah) masih ketua. (Foto: Agung Pambudhy/detikcom).
Jakarta - Plt Ketua DPR Fadli Zon menuturkan pihaknya akan memeriksa berkas-berkas terkait pergantian ketua DPR. Dia pun yakin Partai Golkar akan memilih kader terbaik untuk mengisi posisi Ketua DPR pengganti Setya Novanto.

"Iya pokoknya setelah masuk masa sidang nanti kita akan melihat kembali dokumen-dokumen, surat-surat yang ada dan lain-lain," kata Fadli di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (15/12/2017).

Terkait nama yang diajukan oleh Golkar, Fadli menyebut itu merupakan urusan internal Golkar. Kursi ketua DPR memang merupakan jatah Golkar dan akan diajukan via fraksi.


Fadli meyakini, calon-calon yang diajukan oleh Golkar merupakan orang-orang yang berkompeten. Dia menyebut sejumlah nama anggota Fraksi Golkar mulai dari Azis Syamsuddin Bambang Soesatyo, hingga Titiek Soeharto.

"Ya saya tentu tidak ingin mencampuri urusan internal di dalam partai lain ya silahkan saja siapa aja," kata politikus Gerindra itu.


"Tapi sebagai orang yang sudah lama berpolitik baik Pak Aziz, Pak Bamsoet atau siapa lah yang lain mungkin Pak Agus Gumiwang atau Mbak Titiek Soeharto semua itu saya kenal secara baik secara pribadi orang-orang yang saya kira punya kompetensi," imbuh Fadli.

Novanto sebelumnya mengirimkan surat pengunduran diri sebagai ketua DPR dan menunjuk Azis Syamsuddin sebagai penggantinya. Namun penunjukan Azis mendapat banyak penolakan dari Fraksi Golkar karena tidak melalui mekanisme pembahasan terlebih dahulu.

Sejumlah anggota Fraksi Golkar lalu menggalang tanda tangan penolakan terhadap Azis sebagai ketua DPR. Rapat badan musyawarah lalu memutuskan hanya menerima pengunduran diri Novanto.


Soal pengganti terdakwa kasus korupsi e-KTP itu, DPR menyerahkan kepada Golkar untuk dibahas terlebih dahulu. DPP Golkar dalam rapat pleno Rabu (13/12) lalu, memilih Airlangga Hartarto sebagai ketum definitif dan akan dikukuhkan pada munaslub nanti.

Peserta pleno meminta agar Golkar tidak dulu mengganti ketua DPR sebelum munaslub digelar. Petisi ditandatangani oleh 157 dari 232 peserta pleno.

"DPP Partai Golkar harus fokus mempersiapkan pelaksanaan Munaslub tersebut dan diminta untuk tidak mengeluarkan kebijakan apapun, termasuk pergantian Ketua DPR RI dan Pimpinan Fraksi Partai Golkar DPR RI. Segala kebijakan strategis Partai Golkar diputuskan setelah terpilih kepemimpinan baru hasil Munaslub," demikian pernyataan yang ada dalam petisi.
(yas/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed