Mundur dari KPU
Anas Urbaningrum Surati SBY
Rabu, 08 Jun 2005 11:39 WIB
Jakarta - Ibarat kapal yang nyaris tenggelam, KPU terus ditinggalkan anggotanya. Kali ini giliran Anas Urbaningrum. Dia resmi mengundurkan diri dan memilih menjadi Ketua Partai Demokrat yang mengusung SBY.Anas akan mengirimkan surat pengunduran diri ke Presiden SBY pada Rabu (8/6/2005) ini. Dia ditunjuk untuk menduduki jabatan Ketua Politik Partai Demokrat. Surat pengunduran diri disampaikan kepada Presiden karena Presidenlah yang menunjuknya sebagai anggota KPU."Karena penetapan saya sebagai salah seorang pengurus di Partai Demokrat menyebabkan saya harus berhenti," kata Anas saat ditemui di ruang kerjanya di KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Rabu (8/6/2005).Menurut Anas, berdasarkan UU, anggota KPU tidak diperbolehkan rangkap jabatan. "Sehingga saya tidak lagi memenuhi persyaratan administratif," ujarnya."Tugas saya di KPU sudah selesai. Tugas KPU yang terakhir kan tinggal menyiapkan evaluasi. Untuk itu, saya sudah menyiapkan bahan untuk dipelajari teman-teman KPU yang lain," imbuhnya.Ketika ditanya mengapa dirinya memilih Partai Demokrat, Anas menjawab diplomatis. "Karena diminta oleh formatur. Saya melihat Partai Demokrat salah satu partai yang secara substansial cocok dengan realitas politik RI," kata Anas.Dalam kesempatan itu, Anas menegaskan dirinya tidak akan lari dari proses hukum terkait kasus korupsi KPU. "Sebagai warga negara dan anggota KPU, tentu saya berkomitmen untuk menghormati proses hukum yang berjalan. Siapa pun dan dimana pun dia harus tunduk pada proses hukum," ungkapnya.Komentar KPUDalam kesempatan terpisah, Wakil Ketua KPU Ramlan Surbakti menolak berkomentar mengenai pengunduran diri Anas Urbaningrum."Nanti saja jam dua," kata dia singkat sambil meninggalkan kerumunan wartawan.KPU dijadwalkan akan menggelar jumpa pers di Media Center KPU pukul 14.00 WIB. Agenda yang disampaikan kepada wartawan hingga kini belum jelas.
(aan/)











































