DetikNews
Jumat 15 Desember 2017, 10:03 WIB

Anies Tinjau Tembok Gedung DPRD DKI yang Miring

Mochamad Zhacky - detikNews
Anies Tinjau Tembok Gedung DPRD DKI yang Miring Anies tinjau tembok DPRD DKI Jakarta yang disebut miring Foto: Zhacky/detikcom
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendapat laporan tembok di sisi kiri Gedung DPRD DKI Jakarta terlihat miring. Anies pun langsung meninjau ke lokasi.

Sekitar pukul 08.25 WIB Anies keluar dari Pendopo Balai Kota. Dia berjalan menuju Gedung DPRD DKI Jakarta yang masih berada di lingkungan Balai Kota.

"Ini mau tinjau tembok," kata Anies singkat saat dimintai konfirmasi, di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (15/12/2017).

Anies yang didampingi Kabiro Umum Setda DKI Jakarta Firmansyah berjalan ke arah Gedung Blok G. Dari bawah Anies nampak melihat ke arah Gedung DPRD DKI Jakarta.

Kondisi tembok miring bisa disaksikan dalam video di bawah:

[Gambas:Video 20detik]


Dari bawah memang terlihat ada tembok yang tidak rata dengan tembok lainnya. Anies ditemani Firmansyah lalu naik ke lantai 11 Gedung DPRD DKI.

Di lantai 11 Gedung terdapat mesin berukuran besar. Kata Firmansyah itu adalah mesin pendingin ruangan atau AC. Di sana Anies kembali melihat-lihat ke arah tembok atas. Di lihat dari dalam memang ada tembok yang menjorok ke dalam sehingga sinar matahari bisa masuk.

Anies tinjau tembok DPRD DKI Jakarta yang disebut melengkungAnies tinjau tembok DPRD DKI Jakarta yang disebut melengkung Foto: Zhacky/detikcom

"Tadi ada laporan bahwa tadi di lantai 11 itu temboknya miring dan sudah mulai retak. Jadi sudah ditemukan oleh Pak Kabiro Umum barusan lapor. Jadi saya lihat sekalian. Kita semua lihat di sana ada retak, tembok di lantai itu miring 20 derajat dari siku," papar Anies usai meninjau.

Sementara itu, Firmansyah mengatakan penyebab tembok tersebut miring diprediksi karena tekanan udara dari mesin AC. Karena bahan tembok bukan beton, terdorong oleh udara yang berasal dari mesin.

"Karena itu ruangan filler ya, kalau (mesin) kebuka itu ada udara masuk dari tengah cukup keras. Karena tekanan ke membran dari selaput itulah yang agak nahan," papar dia.

Firmansyah menuturkan kontraktor yang membangun gedung tersebut, PT Jaya Konstruksi juga sudah meninjau masalah tembok ini. Kata dia, pihak kontraktor akan segera memperbaiki.

"Kami berkomunikasi dengan jaya konstruksi. Jadi nanti dari Jaya Konstruksi yang kemarin bangun. Kemarin kami saling dulu supaya menjaga keselamatan," terang dia.
(zak/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed